Jumat, 10 Juli 2020

Orang-orang yang Dicintai ALLAH



Ikhlas adalah salah satu syarat diterimanya ibadah. Bahkan para ulama mengatakan, ruhnya amal adalah ikhlas.

Dalam Kitab Al-Hikam, Syeikh Ibnu Atho'illah As-Sakandari (wafat 1309), menceritakan ikhlas itu salah satu akhlak mulia Nabi Muhammad shallalahu 'alaihi wa sallam (SAW).
Beliau mengajarkan hakikat ikhlas yang begitu indah.

Alkisah, suatu hari saat Rasulullah SAW sedang berkumpul dengan beberapa sahabatnya, datanglah seorang perempuan kafir membawa beberapa biji buah jeruk sebagai hadiah. Rasulullah menerimanya dengan senyuman gembira.

Lalu mulailah jeruk itu dimakan oleh Rasulullah SAW dengan tersenyum. Sebiji demi sebiji hingga habislah semua jeruk tersebut. Ketika perempuan itu meminta izin untuk pulang, salah seorang sahabat segera bertanya mengapa tidak sedikit pun Rasulullah menyisakan jeruk tadi untuk sahabat lainnya.

Rasulullah pun menjawab  :   "Sebenarnya buah jeruk itu terlalu asam sewaktu aku merasakannya pertama kali. Kalau kalian ikut makan, aku takut ada di antara kalian yang akan mengernyitkan dahi atau memarahi perempuan tersebut. Aku takut hatinya akan tersinggung. Sebab itu, aku habiskan semuanya."

Akhlak yang agung seperti ini tidak dapat dipoles di permukaan, tetapi semata-mata karena ada cahaya ikhlas yang sudah tertanam di dalam hati. Sikap dan perilaku adalah cerminan hati. Dalam sebuah Hadits Qudsi, Rasulullah SAW bersabda:

"Aku pernah bertanya kepada Jibril tentang ikhlas. Lalu Jibril berkata, 'Aku telah menanyakan hal itu kepada Allah', lalu Allah berfirman, '(Ikhlas) adalah salah satu dari rahasiaku, yang Aku berikan ke dalam hati orang-orang yang Ku cintai dari kalangan hamba-hamba-Ku".

Semoga ALLAH memasukkan kita ke dalam golongan orang-orang yang selalu ALLAH  cintai...

Aamiin...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar