Selasa, 21 Juli 2020

Ikuti Kiat Guru Imam Syafi’i Ini, Suami Dijamin Tak Pernah Marah kepada Istri

Bismillah

Rumah Tangga Harmonis dengan Kasih Sayang

Syaikh Waki’ bin Al Jarrah rahimahullah memiliki kiat yang jika diterapkan dalam kehidupan rumah tangga, seorang suami tidak akan pernah memarahi kepada istrinya dan seorang istri tidak akan pernah menyalahkan suaminya.

Bahkan, jika kiat dari guru Imam Syafi’i rahimahullah ini diterapkan, orangtua juga tidak akan pernah memarahi anak-anaknya.

Apa kiat Syaikh Waki’?
 Beliau senantiasa menjadikan setiap kejadian yang tidak menyenangkan sebagai sarana muhasabah, kaitannya dengan taqarrub ilallah. Kedekatannya dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Lantas, ia berupaya untuk memperbaiki hubungan dengan-Nya.

Pernah suatu hari Syaikh Waki’ keluar. Tiba-tiba seorang lelaki menghadangnya dan mencaci-maki. Padahal Syaikh Waki’ tidak mengenal orang tersebut, apalagi berbuat salah kepadanya.

Syaikh Waki’ membalas atau memarahi orang tersebut? Tidak. Syaikh Waki’ tidak menyalahkan orang itu, namun ia bermuhasabah. Introspeksi diri.

“Tidak terjadi sesuatu kecuali disebabkan karena dosaku atau dosa yang aku lakukan di masa lalu, atau dosa yang telah aku lupakan” kata Syaikh Waki’ kepada dirinya sendiri.

Lalu ia berkata kepada lelaki yang menghinanya itu, “Tambahkan terus cacian kepada Waki’ ini, karena engkau takkan melakukan hal itu kecuali karena dosaku.”

Syaikh Waki’ lantas beristighfar. Memohon ampun kepada Allah dan juga mendoakan orang yang mencacinya agar dijadikan lebih baik.

Masya Allah… indahnya.

Yang diperoleh juga hanya kebaikan karena istighfar dan perbaikan.

Bayangkan jika ini diterapkan dalam rumah tangga. Ketika suatu saat istri ngomel dan memarahi suami, misalnya. Kalau suami membalas marah dan menghukum istrinya, masalah bisa semakin runyam. Rumah tangga cekcok dan pertikaian tidak dapat dihindarkan.

Coba kalau seperti Syaikh Waki’. Sang suami mengatakan kepada dirinya sendiri,

“Tidaklah istriku berani marah kepadaku kecuali karena dosaku.”

Lalu suami pun beristighfar dan semakin mendekat kepada Allah.

Masya Allah… ia tak jadi marah dengan istrinya.

Justru ia memperbaiki diri.

Pun saat suami suatu saat berkata kasar sehingga istri merasa tersakiti. Kalau istri membalas dengan berkata kasar, bisa meletus “perang dunia ketiga.” Apalagi jika kondisi suami saat itu sedang lelah dari luar rumah.

Namun jika istri seperti Syaikh Waki’, bermuhasabah,

“Tidaklah suamiku kasar kecuali karena dosaku.” Ia tidak akan marah kepada suaminya, justru semakin mendekat kepada Allah,

memohon ampun dan memperbaiki diri.

Masya Allah… indahnya.

Senin, 20 Juli 2020

BAHAGIAKAN ORANG LAIN



Sahabatku yang baik, membahagiakan orang lain adalah amalan yang paling dicintai Alloh. bahkan amalan ini lebih besar daripada melakukan ibadah (i’tikaf) sebulan penuh.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“…Manusia yang paling dicintai Allah adalah yang paling bermanfaat bagi manusia,

dan pekerjaan yang paling dicintai Allah adalah menggembirakan seorang muslim,

Atau menjauhkan kesusahan darinya,

Atau membayarkan hutangnya,

Atau menghilangkan laparnya.

Sungguh aku berjalan bersama saudaraku yang muslim untuk sebuah keperluan lebih aku cintai daripada beri’ktikaf di masjid ini (masjid Nabawi) selama sebulan…”

(HR. Thabrani)

Mudah-mudahan Alloh Subhanahu Wa Ta’ala menjadikan kita orang-orang yang senantiasa membantu saudara-saudara kita, memasukkan kebahagiaan di hati-hati mereka,

Sehingga Alloh memberikan kebahagiaan kepada kita di dunia maupun di akhirat kelak. Aamiin Ya Rabbal ‘alamin.


KANKER darah bisa disembuhkan? KISAH NYATA

Hikmah Luar Biasa

Sedekah adalah OBAT

Kisah ini didapatkan dari Riyadh Saudi Arabia. Di sebuah desa Huraimla, ada seorang wanita yang sudah dinyatakan oleh Dokter terkena Kanker darah, kondisi fisiknya sudah tidak bisa lagi berbuat apa-apa. Untuk merawat dirinya dan memenuhi semua keperluannya, dia mendatangkan pembantu dari Indonesia. Pembantu ini adalah seorang wanita yang taat beragama.

Satu minggu setelah bekerja, Majikan merasa pekerjaannya dianggap bagus. Majikan wanita selalu memperhatikan apa yang dia kerjakan. Suatu waktu si Majikan memperhatikan kelakukan aneh si pembantu. Pembantunya ini sering sekali ke kamar mandi dan berdiam cukup lama.

Dengan tutur kata yang lemah lembut si Majikan bertanya. "Apa yang sebenarnya engkau lakukan di kamar mandi?" Pembantu itu tidak menjawab, tetapi justru menangis tersedu-sedu. Si majikan menjadi iba dan kemudian menghiburnya sambil menanyakan apa yang sebenarnya terjadi.

Akhirnya Pembantunya itupun bercerita bahwa dirinya baru 20 hari melahirkan anaknya. Karena desakan ekonomi itulah dia terpaksa berangkat bekerja sebagai TKW di Arab Saudi.

Saya harus membuang air susu saya Bu, kalau tidak dibuang dada saya terasa sesak dan penuh karena tidak disusu oleh anak saya."

Air susu yang menumpuk dan tidak tersalurkan itulah yang membuatnya sakit sehingga harus diperas dan dibuang di kamar mandi.

Subhanallah, Anda berjuang untuk anak dan keluarga Anda," kata majikan. Ternyata Majikannya tidak seburuk seperti yang diceritakan di koran-koran atau televisi. Seketika itu juga si majikan memberikan gajinya secara penuh selama 2 tahun sesuai dengan akad kontraknya dan memberikannya tiket pulang.

Kamu pulanglah dulu, uang sudah saya berikan penuh untuk 2 tahun kontrakmu, kamu susui anakmu secara penuh selama 2 tahun dan jika kamu ingin kembali bekerja kamu mengubungi telepon ini sekaligus saya akan mengirim uang untuk tiket keberangkatanmu."

Subhanallah, apa Ibu tidak apa-apa saya tinggal?" Si majikan waktu itu hanya menggelengkan kepala bahwa apa yang kamu tinggal lebih berharga dari pada mengurus saya.

Setelah pembantu itu pulang, majikan mengalami perubahan luar bisa. Pikirannya menjadi terfokus pada kesembuhan dan hatinya menjadi sangat senang karena dapat membantu orang yang sedang kesulitan.

Hari-harinya tidak lagi memikirkan sakitnya lagi, yang ada hanyalah rasa bahagia. Sebulan kemudian dia baru kembali lagi ke rumah sakit untuk kontrol. Dokter yang menanganinya segera melakukan pemeriksaan mendetail. Tapi apa yang terjadi ?

Dokter yang menangani awal tidak melihat ada penyakit seperti diagnosa sebelumnya. Dia tidak melihat ada penyakit kanker darah yang diderita pasiennnya. Dokter itu terkagum-kagum, bagaimana mungkin bisa sedahsyat dan secepat itu penyakitnya bisa sembuh, apalagi kanker darah. Apa telah terjadi salah diagnosa?

Akhirnya Dokter itupun bertanya, apa yang telah dilakukan oleh pasien.

Wanita itupun menjawab, "Saya tidak melakukan apa-apa dengan sakit saya, mungkin sedekah yang telah saya lakukan ke pembantu saya telah membantuku sembuh, nyatanya setelah saya menolong hati saya menjadi lebih bergairah untuk sembuh dan hidup, saya mempunyai pembantu yang sedang menyusui anaknya tapi susu itu tidak dapat disalurkan dan harus dibuang di kamar mandi."

Saya menangis apabila mengingat akan keadaannya, akhirnya pembantu itu saya suruh pulang agar bisa menyalurkan air sususnya dan dia sehat dan anaknya juga bisa sehat. Mungkin dengan itu akhirnya sakit saya sembuh Dokter.

Dokter itupun akhirnya tersadar, bahwa diagnosa dan sakit apapun bisa sembuh karena Allah SWT memang menghendakinya, "Obatilah orang yang sakit dengan sedekah."
๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™

Minggu, 19 Juli 2020

KEDUDUKAN "ISTI'ANAH


Bismailah

Isti'anah, yaitu meminta pertolongan kepada Allah adalah sebuah syariat yang wajib bagi setiap muslim dan muslimah.

Pentingnya kedudukan isti'anah hingga Allah pun mewajibkan untuk menyatakannya minimal tujuh belas kali dalam sehari semalam, dalam ucapan:

ุฅِูŠَّุงูƒَ ู†َุนْุจُุฏُ ูˆَุฅِูŠَّุงูƒَ ู†َุณْุชَุนِูŠู†ُ

"Hanya kepada-Mu ya Allah kami menyembah dan hanya kepada Mu kami beristi'anah (meminta pertolongan)."_(QS. Al Fatihah: 5)

Mengapa??  Karena manusia adalah makhluk lemah dan tak berdaya. Allah berfirman:

ูˆَุฎُู„ِู‚َ ุงู„ْุฅِู†ุณَุงู†ُ ุถَุนِูŠูًุง

Dan diciptakan manusia itu dalam keadaan lemah. (QS. An Nisa': 28)

Oleh sebab itu disyari'atkan memperbanyak ucapan yang menunjukkan ketidakberdayaan kita itu kepada Allah. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda kepada Abdullah bin Qais:

ูŠَุง ุนَุจْุฏَ ุงู„ู„َّู‡ِ ุจْู†َ ู‚َูŠْุณٍ، ู‚ُู„ْ: ู„َุง ุญَูˆْู„َ ูˆَู„َุง ู‚ُูˆَّุฉَ ุฅِู„َّุง ุจِุงู„ู„َّู‡ِ ูَุฅِู†َّู‡َุง ูƒَู†ْุฒٌ ู…ِู†ْ ูƒُู†ُูˆْุฒِ ุงู„ุฌَู†َّุฉِ

"Wahai Abdullah bin Qais, ucapkanlah laa haula wala quwwata illa billah (tiada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah), karena ucapan itu adalah satu dari perbendaharaan surga."

(HR. Bukhari: 6384, Muslim: 2704)

Para ulama dan salafush shalih senantiasa memulai amalan dan pekerjaan mereka dengan isti'anah kepada Allah. Imam Ibnu Jarir ath Thabari mengatakan:

ุงِุณْุชَุฎَุฑْุชُ ุงู„ู„َّู‡َ ูˆَุณَุฃَู„ْุชُู‡ُ ุงู„ุนَูˆْู†َ ุนَู„َู‰ ู…َุง ู†َูˆَูŠْุชُ ู…ِู†ْ ุชَุตْู†ِูŠْูِ ุงู„ุชَّูْุณِูŠْุฑِ ู‚َุจْู„َ ุฃَู†ْ ุฃَุนْู…َู„َู‡ُ ุซَู„َุงุซَ ุณِู†ِูŠْู†َ، ูَุฃَุนَุงู†َู†ِูŠ

"Aku beristikharah dan meminta pertolongan kepada Allah terhadap apa yang telah aku niatkan yaitu menulis tafsir, tiga tahun sebelum aku mulai mengerjakannya dan Allah pun menolongku." (Siyar a'lamin Nubala': 14/274)

Begitulah para ulama, lihat bagaimana mereka beristikharah dan beristi'anah jauh sebelum memulai, sehingga tiada heran Allah pun memberikan pertolongan dan memberkahi waktu mereka. Al Khatib  mengatakan:

ุณَู…ِุนْุชُ ุนَู„ِูŠَّ ุจْู†َ ุนُุจَูŠْุฏِ ุงู„ู„َّู‡ِ ุงู„ู„ُّุบَูˆِูŠّ ูŠَุญْูƒِูŠْ: ุฃَู†َّ ู…ُุญَู…َّุฏَ ุจْู†َ ุฌَุฑِูŠْุฑٍ ู…َูƒَุซَ ุฃَุฑْุจَุนِูŠْู†َ ุณَู†َุฉً ูŠَูƒْุชُุจُ ูِูŠْ ูƒُู„ِّ ูŠَูˆْู…ٍ ู…ِู†ْู‡َุง ุฃَุฑْุจَุนِูŠْู†َ ูˆَุฑَู‚َุฉً. ุณูŠุฑ: ูกูค/ูขูงูข

"Aku mendengar Ali bin Ubaidillah al Lughawi menceritakan: bahwasanya Muhammad ibn Jarir tinggal selama empat puluh tahun, ia menulis setiap hari sebanyak empat puluh halaman." (Siyar a'lamin nubala' : 14/272)

Empat puluh halaman??  Setiap hari?? Selama empat puluh tahun?? Subhanallah. Kalau bukan karena pertolongan Allah dan keberkahan waktu maka tidak akan mungkin.

Oleh sebab itu, marilah memulai mengerjakan apapun dengan beristi'anah kepada Allah dengan membaca basmalah,  niscaya akan mendapatkan berkah yang melimpah ruah.

Semoga bermanfaat.

Jumat, 17 Juli 2020

12 ORANG YANG DIDOAKAN MALAIKAT ( Kita masuk yang mana? )



1. Orang yang tidur dalam keadaan bersuci.

"Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa; Ya Allah, ampunilah hamba-Mu si fulan karena tidur dalam keadaan suci."
(HR. Imam Ibnu Hibban dari Abdullah bin Umar)

2. Orang yang sedang duduk menunggu waktu sholat.

"Tidaklah salah seorang di antara kalian yang duduk menunggu sholat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan mendoakannya; Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia."
(HR. Imam Muslim dari Abu Hurairah, Shahih Muslim: 469)

3. Orang-orang yang berada di shaf barisan depan di dalam sholat berjamaah.

"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada (orang - orang) yang berada pada shaf-shaf terdepan."
(HR. Imam Abu Dawud dan Ibnu Khuzaimah dari Barra' bin 'Azib)

4. Orang yang menyambung shaf sholat berjamaah (tidak membiarkan kosong di dalam shaf).

"Sesungguhnya Allah dan para malaikat selalu bershalawat kepada orang-orang yang menyambung shaf-shaf."
(HR. Imam Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, dan Al Hakim meriwayatkan dari Aisyah)

5. Para malaikat mengucapkan "aamiin" ketika seorang Imam selesai membaca Al-Fatihah.

"Jika seorang Imam membaca; ghairil maghdhuubi 'alaihim waladh-dhaalinn', maka ucapkanlah oleh kalian "aamiin", karena barangsiapa ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka ia akan diampuni dosanya yang masa lalu."
(HR. Imam Bukhari dari Abu Hurairah, Shahih Bukhari: 782)

6. Orang yang duduk di tempat sholatnya setelah melakukan sholat.

"Para malaikat akan selalu bershalawat (berdoa) kepada salah satu diantara kalian selama ia ada di dalam tempat sholat di mana ia melakukan sholat, selama ia belum batal wudhunya, (para malaikat) berkata; Ya Allah ampunilah dan sayangilah ia.
(HR. Imam Ahmad dari Abu Hurairah, Al-Musnad no. 8106)

7. Orang-orang yang melakukan sholat shubuh dan ashar secara berjama'ah.

"Para malaikat berkumpul pada saat sholat shubuh lalu para malaikat (yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga shubuh) naik (ke langit), dan malaikat pada siang hari tetap tinggal. Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu sholat 'ashar dan malaikat yang ditugaskan pada siang hari (hingga sholat 'ashar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal, lalu Allah bertanya kepada mereka, "Bagaimana kalian meninggalkan hamba-Ku?", mereka menjawab; kami datang sedangkan mereka sedang melakukan sholat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan sholat, maka ampunilah mereka pada hari kiamat."
(HR. Imam Ahmad dari Abu Hurairah, Al-Musnad no. 9140)

8. Orang yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan.

"Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata;  "aamiin" dan engkau pun mendapatkan apa yang ia dapatkan."
(HR. Imam Muslim dari Ummud Darda', Shahih Muslim: 2733)

9. Orang-orang yang berinfak.

"Tidak satu hari pun di mana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali 2 malaikat turun kepadanya, salah satu diantara keduanya berkata, "Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak", dan lainnya berkata, "Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang pelit (bakhil)".
(HR. Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Abu Hurairah, Shahih Bukhari: 1442 dan Shahih Muslim: 1010)

10. Orang yang sedang makan sahur.

"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat (berdoa ) kepada orang-orang yang sedang makan sahur" Insya Allah termasuk di saat sahur untuk puasa "sunnah"
(HR. Imam Ibnnu Hibban dan Imam Ath-Thabrani, dari Abdullah bin Umar)

11. Orang yang sedang menjenguk orang sakit.

" Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutus 70.000 malaikat untuknya yang akan bershalawat kepadanya di waktu siang kapan saja hingga sore dan di waktu malam kapan saja hingga shubuh."
(HR. Imam Ahmad dari 'Ali bin Abi Thalib, Al-Musnad: 754)

12. Seseorang yang sedang mengajarkan kebaikan kepada orang lain.

"Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas seorang yang paling rendah di antara kalian. Sesungguhnya penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang di dalam lubangnya dan bahkan ikan, semuanya bershalawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain."
(Al-Hadits dari Abu Umamah Al-Bahily).

Rabu, 15 Juli 2020

DOA AGAR DIPERBAIKI URUSAN AGAMA DAN DUNIA

Bismillah

ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุฃุตْู„ِุญْ ู„ِูŠ ุฏِูŠْู†ِูŠَ ุงู„َّุฐِูŠ ู‡ُูˆَ ุนِุตْู…َุฉُ ุฃَู…ْุฑِูŠ ، ูˆَุฃَุตْู„ِุญْ ู„ِูŠ ุฏُู†ْูŠَุงูŠَ ุงู„َّุชِูŠ ูِูŠู‡َุง ู…َุนَุงุดِูŠ ، ูˆَุฃَุตْู„ِุญْ ู„ِูŠ ุขุฎِุฑุชِูŠ ุงู„َّุชูŠ ูِูŠู‡َุง ู…َุนَุงุฏِูŠ ، ูˆَุงุฌْุนَู„ِ ุงู„ุญَูŠَุงุฉَ ุฒِูŠَุงุฏَุฉً ู„ِูŠ ูِูŠ ูƒُู„ِّ ุฎَูŠْุฑٍ ، ูˆَุงุฌْุนَู„ِ ุงู„ู…َูˆุชَ ุฑَุงุญَุฉً ู„ِูŠ ู…ِู†ْ ูƒُู„ِّ ุดَุฑٍّ

_ALLOOHUMMA ASHLIH LII DIINIYALLADZII HUWA ‘ISHMATU AMRII, WA ASHLIH LII DUN-YAAYALLATII FIIHAA MA’AASYII, WA ASH-LIH LII AAKHIROTIILLATII FIIHAA MA’AADII, WAJ’ALIL HAYAATA ZIYAADATAN LII FII KULLI KHOIRIN, WAJ’ALIL MAUTA ROOHATAN LII MIN KULLI SYARRIN._

"Ya Allah, perbaikilah bagiku agamaku yang menjadi pegangan urusanku; perbaikilah bagiku duniaku yang menjadi tempat kehidupanku; perbaikilah bagiku akhiratku yang menjadi tempat kembaliku; serta jadikanlah kehidupanku mempunyai nilai tambah bagiku dalam segala kebaikan dan kematianku sebagai kebebasanku dari segala keburukan."

๐Ÿ“š [HR. Muslim, no. 2720]
____

Minggu, 12 Juli 2020

SILATURAHIM MEMANJANGKAN UMUR DAN MELAPANGKAN REZEKI

 Bismillah

Rasulullah ๏ทบ bersabda:

ู…َู€ู†ْ ุฃَุญَู€ุจَّ ุฃَู†ْ ูŠُุจْู€ุณَุทَ ู„َู€ู‡ُ ูِู€ูŠ ุฑِุฒْู‚ِู€ู‡ِ، ูˆَูŠُู†ْู€ุณَุฃَ ู„َู€ู‡ُ ูِู€ูŠ ุฃَุซَู€ุฑِู‡ِ ، ูَู„ْูŠَุตِู€ู„ْ ุฑَุญِู€ู…َู‡ُ

Barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya maka hendaknya ia menyambung silaturahmi.

*[Muttafaq alaih 2557-5986]*

ู…ู€ุง ู…ุนู€ู†ู‰ : ูŠُู†ุณู€ู€ู‰ุก ู„ู€ู‡ ูู€ูŠ ุฃุซู€ุฑู‡ ؟

Apa makna dipanjangkan umurnya?

Asy-Syaikh Al-Allamah Shalih Al-Fauzan _hafizhahullah_ berkata:

ู…ู€ุนู†ุงู‡ : ุฃู† ุงู„ู„ู‡ ุณู€ุจุญุงู†ู‡ ูˆุชู€ุนุงู„ู‰ ูˆุนู€ุฏ ู…ู€ู† ูŠุตู€ู„ ุฑุญู…ู€ู‡ ุฃู† ูŠุซู€ูŠุจู‡ ูˆุฃู† ูŠุฌู€ุฒูŠู‡ ุจู€ุฃู† ูŠุทูŠู€ู„ ูู€ูŠ ุนู…ู€ุฑู‡ ، ูˆุฃู† ูŠู€ูˆุณุน ู„ู€ู‡ ูู€ูŠ ุฑุฒู‚ู€ู‡ ุฌู€ุฒุงุกً ู„ู€ู‡ ุนู€ู„ู‰ ุฅุญู€ุณุงู†ู‡.

Maknanya: Sesungguhnya Allah Ta'ala telah menjanjikan kepada orang yang menyambung silaturahmi untuk diberi pahala dan balasan dengan dipanjangkan umurnya dan dilapangkan rezekinya, sebagai balasan atas kebaikannya.

MENGAPA BANYAK ORANG BERDZIKIR TETAPI TETAP DEKAT DENGAN SYAITAN?

 Bismillah



Seorang murid bertanya kepada gurunya (Imam Al Ghazali)

"Syeikh, bukankah dzikir bisa membuat seseorang beriman lebih dekat dengan Allah Ta’ala dan syaitan akan berlari menjauh darinya?"

“Benar,” Jawab Imam al-Ghazali.

"Namun kenapa ada orang yang semakin rajin berdzikir justru malah semakin dekat dengan syaitan atau kesyetanan ?” lanjut Sang Murid.

Gurunya yang diberi gelar Hujjatul Islam inipun menjawab :.

“Bagaimana pendapatmu, jika ada orang yang mengusir anjing namun dia masih menyimpan tulang dan pelbagai makanan kesukaan anjing disekitarnya?”

"Tentu, anjing itu akan kembali datang setelah diusir", jawab Sang Murid.

Imam al-Ghazali menjelaskan, *"Demikian juga dengan orang-orang yang rajin berdzikir tapi masih menyimpan pelbagai penyakit hati dalam dirinya. Syaitan akan terus datang  dan mendekati bahkan bersahabat dengannya".*

Penyakit-penyakit hati itu ialah :

1. Kesombongan
2. Iri hati
3. Dengki
4. Syirik (menyimpan benda yg disukai syaiton)
5. Bersikap/berkata kasar
6. Riya
7. Merasa sholeh
8. Merasa Suci
9. Ghibah
10. Marah dan pelbagai penyakit hati lainnya.

Ketika penyakit-penyakit itu menghinggapi diri seorang hamba, maka syaitan akan senantiasa datang, mendekatinya. Kemudian menjadi sahabat karibnya..Naudzubillah.

Dari An Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ุฃَู„ุงَ ูˆَุฅِู†َّ ูِู‰ ุงู„ْุฌَุณَุฏِ ู…ُุถْุบَุฉً ุฅِุฐَุง ุตَู„َุญَุชْ ุตَู„َุญَ ุงู„ْุฌَุณَุฏُ ูƒُู„ُّู‡ُ ، ูˆَุฅِุฐَุง ูَุณَุฏَุชْ ูَุณَุฏَ ุงู„ْุฌَุณَุฏُ ูƒُู„ُّู‡ُ . ุฃَู„ุงَ ูˆَู‡ِู‰َ ุงู„ْู‚َู„ْุจُ

*“Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati (Qolbu)”* (HR. Bukhari no. 52 dan Muslim no. 1599).

Q S .Asy-Syu'arฤ : 89

ุฅِู„َّุง ู…َู†ْ ุฃَุชَู‰ ุงู„ู„َّู‡َ ุจِู‚َู„ْุจٍ ุณَู„ِูŠู…ٍ

*kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih (Qolbun Saliim),*

Q S Aแนฃ-แนขฤffฤt : 84

ุฅِุฐْ ุฌَุงุกَ ุฑَุจَّู‡ُ ุจِู‚َู„ْุจٍ ุณَู„ِูŠู…ٍ

*(Ingatlah) ketika dia datang kepada Robbnya dengan hati yang suci (Qolbun Saliim),*

Marilah buang segala penyakit hati.._

"Ya Alloh.. Karuniakan aku rasa cinta kepadaMu, cinta kepada org2 yg mencintaiMu,dan cinta kepada amal2 yg mendekatkan aku kepadaMU dan mendapatkan ridhoMu".

Aamiin Yaa Robbal Aalamiin.

Pernah Tidur Seperti di Tindih Setan? Sulit bergerak ataupun berteriak?

Bismillah


Pada saat mengalami ini biasanya kita akan sulit sekali bergerak dan kemudian ada sedikit rasa dingin menjalar dari ujung kaki ke seluruh tubuh.

Untuk bisa bangun, satu-satunya cara adalah menggerakkan ujung kaki, ujung tangan atau kepala sekencang-kencangnya hingga seluruh tubuh bisa digerakkan kembali, biasanya disertai juga dengan munculnya bayangan kegelapan. Hal inilah yang diasumsikan "ketindihan" makhluk halus,  ( ereb ereb)  sebagian besar orang pernah mengalaminya.

Ini adalah salah satu tanda bahwa anda diganggu jin.

Solusinya bagaimana?

  Jangan lupa
 Amalan Harian

  Cara TIDUR

๐ŸŒ€Wudhu terlebih dahulu
๐ŸŒ€ Tempat tidur dikebasi dengan bacaan Bismillah
๐ŸŒ€ Baca Ayat Qursi 1x, Al Ihlas, Al Falaq, An Nas 3x, ditiupkan ditelapak tangan, kemudian dioleskan ke seluruh tubuh.
๐ŸŒ€ Tidur berbaring ke kanan
๐ŸŒ€ Jangan lupa berDo'a, Dzikir, Sholawat / Istigfar dll.
๐ŸŒ€Hati pikiran ditenangkan.
๐ŸŒ€Masalah diserahkan pada Allah.
๐ŸŒ€Niat bangun sholat malam.

Insyaa Allah Berkah.
Aamiin.

AGAR TIDAK BOSAN BACA AL-QURAN

Bismillah


Utsman bin al-Affan mengatakan :

ู„َูˆْ ุทَู‡ُุฑَุชْ ู‚ُู„ُูˆุจُูƒُู…ْ ู…َุง ุดَุจِุนْุชُู…ْ ู…ِู†ْ ูƒَู„َุงู…ِ ุงู„ู„َّู‡ِ ุนَุฒَّ ูˆَุฌَู„َّ

Andai hatimu benar-benar bersih niscaya engkau tidak akan pernah bosan untuk membaca firman-firman Allah.

(az-Zuhd karya Imam Ahmad no 686).

Mungkin kita merasa jenuh dan bosan untuk membaca atau mendengarkan al-Qur'an.

Terkadang merasa lebih nikmat dan asyik mendengarkan nyanyian dan obrolan yang tidak bermanfaat.

▪️Ini semua sebabnya adalah karena kurang bersihnya hati.

 Hati yang benar-benar bersih sedikitpun tidak akan merasa bosan untuk membaca dan mendengarkan bacaan Al-Quran.

 Rasa nikmat dan asyik membaca atau mendengarkan Al-Quran itu berbanding lurus dengan kualitas kebersihan hati.
Ketika hati makin bersih bacaan Al-Quran terasa makin nikmat.

 Sebaliknya semakin hati itu kotor bacaan Al-Quran semakin kurang menarik.

Yang membuat kotornya hati itu maksiat dan sifat-sifat buruk hati semisal sombong, tamak dengan dunia dengan berbagai bentuknya.

 Hal yang membersihkan hati adalah berbagai amal ibadah dan sifat-sifat hati yang baik semisal merasa diawasi oleh Allah๏ทป, sadar bahwa mati itu mudah dan dekat, berorientasi kepada akhirat dll.

Sabtu, 11 Juli 2020

SEDEKAH ITU MENYEMBUHKAN, MENGKAYAKAN, DAN MEMERDEKAKAN



Alkisah seorang Pengemis Mengetuk pintu Rumah Rasulullah SAW

Pengemis itu berkata: "saya pengemis ingin meminta sedekah dari Rasulullah."

Rasulullah bersabda: "Wahai Aisyah berikan baju itu kepada pengemis itu".

Sayyidah Aisyah pun melaksanakan perintah Nabi...

Dengan hati yang sangat gembira, pengemis itu menerima pemberian beliau, dan langsung pergi ke pasar serta berseru di keramaian orang di pasar:
"Siapa yang mau membeli baju Rasulullah? ".

Maka dengan cepat berkumpullah orang-orang, dan semua ingin membelinya.

Kemudian ada seorang kaya namun buta yang mendengar seruan tersebut, lalu menyuruh budaknya agar membelinya dengan harga berapapun yang diminta, dan ia berkata kepada budaknya:
 “jika kamu berhasil mendapatkannya, maka kamu merdeka”.

Akhirnya budak itupun berhasil mendapatkannya. Kemudian diserahkanlah baju itu pada tuannya yang buta tadi.

Alangkah gembiranya si buta tersebut, dengan memegang baju Rasulullah itu, orang buta tersebut kemudian berdoa dan berkata:
“Yaa Rabb dengan hak Rasulullah dan berkat baju yg suci ini, kembalikanlah pandanganku... ".

Masyaa Allah...
dengan izin Allah, spontan orang tersebut dapat melihat kembali.

Keesokan harinya, iapun pergi menghadap Rasulullah dengan penuh gembira dan berkata: "Wahai Rasulullah... pandanganku sudah kembali dan aku kembalikan baju anda sebagai hadiah dariku... ".

Sebelumnya orang itu menceritakan kejadiannya sehingga Rasulullah pun tertawa hingga tampak gigi gerahamnya, padahal biasanya Rasulullah jarang sekali tertawa...

Kemudian Rasulullah bersabda kepada Sayyidah Aisyah: "Perhatikanlah baju itu wahai Aisyah, dengan izin dan berkahNya, ia telah mengkayakan orang yang miskin, menyembuhkan yang buta, memerdekakan budak dan kembali lagi kepada kita."

Masya Allah ...

Al-Imam as-Suyuti menyebutkan dalam salah satu kitabnya bahwa pahala shadaqah itu ada 5 macam:

ุฃَู†َّ ุซَูˆَุงุจَ ุงู„ุตَّุฏَู‚َุฉِ ุฎَู…ْุณَุฉُ ุฃَู†ْูˆَุงุนٍ : ูˆَุงุญِุฏَุฉٌ ุจِุนَุดْุฑَุฉٍ ูˆَู‡ِูŠَ ุนَู„َู‰ ุตَุญِูŠْุญِ ุงู„ْุฌِุณْู…ِ ، ูˆَูˆَุงุญِุฏَุฉٌ ุจِุชِุณْุนِูŠْู†َ ูˆَู‡ِูŠَ ุนَู„َู‰ ุงู„ْุฃَุนْู…َู‰ ูˆَุงู„ْู…ُุจْุชَู„َู‰ ، ูˆَูˆَุงุญِุฏَุฉٌ ุจِุชِุณْุนِู…ِุงุฆَุฉٍ ูˆَู‡ِูŠَ ุนَู„َู‰ ุฐِูŠ ู‚َุฑَุงุจَุฉٍ ู…ُุญْุชَุงุฌٍ ، ูˆَูˆَุงุญِุฏَุฉٌ ุจِู…ِุงุฆَุฉِ ุฃَู„ْูٍ ูˆَู‡ِูŠَ ุนَู„َู‰ ุงู„ْุฃَุจَูˆَูŠْู†ِ ، ูˆَูˆَุงุญِุฏَุฉٌ ุจِุชِุณْุนِู…ِุงุฆَุฉِ ุฃَู„ْูٍ ูˆَู‡ِูŠَ ุนَู„َู‰ ุนَุงู„ِู…ٍ ุฃَูˆْ ูَู‚ِูŠْู‡ٍ ุงู‡ู€
(ูƒุชุงุจ ุจุบูŠุฉ ุงู„ู…ุณุชุฑุดุฏูŠู†)

" Sesungguhnya pahala bersedekah itu ada lima kategori :

1) Satu dibalas sepuluh (1:10) yaitu bersedekah kepada orang yang sehat jasmani.

2) Satu dibalas sembilan puluh (1:90) yaitu bersedekah terhadap orang buta, orang cacat atau tertimpa musibah, termasuk anak yatim dan piatu.

3) Satu dibalas sembilan ratus (1:900) yaitu bersedekah kepada kerabat yang sangat membutuhkan.

4) Satu dibalas seratus ribu (1: 100.000) yaitu sedekah kepada kedua orangtua.

5) Satu dibalas sembilan ratus ribu (1 : 900.000) yaitu bersedekah kepada orang yg alim atau ahli fiqih.

[Kitab Bughyatul Musytarsyidin].

Wallahu'alam bissawab,
Semoga Allah SWT mendekatkan kita hari ini dengan segala kebaikan yg ada di dalamnya dan  memudahkan kita untuk bermurah hati, suka bersedekah dengan ikhlas

SEMOGA MENJADI  INSPIRASI DALAM BERSEDEKAH

STRATEGI MEMUTUS SIKLUS JIN NASAB (JIN KETURUNAN)


Bismillah...

Memutus jin keturunan artinya memutus penyakit keturunan. Dalam hal ini bukan mengakhiri godaan syaitan karena mereka akan selalu datang dalam berbagai bentuk.
Namun, memutus di sini adalah mengakhiri/mengatasi penyakit yang turun temurun atau mengakhiri tipu daya syaitan yang sama.

Di Malaysia, 80% penyakit disebabkan oleh “saka” atau kita menyebutnya jin nasab/jin keturunan.

Misalnya, selama ini ayah kita memiliki penyakit jantung atau atshma maka kita berupaya memutus penyakit itu pada diri kita sehingga tidak menurun kepada anak kita.
Misalnya ayah kita dukun, titisan perdukunan itu berhenti hingga pada diri kita.
Dan tidak berlanjut kepada anak kita.

⛔ Jin keturunan tidak akan hilang hanya karena kita tidak memakainya. Sebagaimana syaitan jin ilmu hitam yang tdak akan hilang hanya karena kita telah membuangnya dan lalu taubat tanpa ruqyah terlebih dahulu secara intens dan continue.

⛔ Jin keturunan (penyakit keturunan) tidak dimulai dari genetik, namun dimulai setelah anak terlahir di usia 0.
Kadang ia turun seiring penenaladanan karakter syaitan, atau diturunkan secara resmi melalui akad atau ritual antara ayah dan anak.

⛔ Jin keturunan pada laki-laki, kelak akan diwariskan keanaknya meski ayah tidak memakainya.
Pada wanita, siklus akan automatic terputus saat ia menikahi laki-laki yang soleh.

⛔ Jin keturunan, beda dengan sihir dan ain. Sehingga penanganaannya pun khusus, sama dengan pelucutan ilmu hitam/khodam jin.
Perlu kesadaran, keterlibatan dan tekad yang kuat

Hal  di atas adalah point-point yang harus diingat saja. Ada pun  penjabarannya sebagai berikut:

Jika anda ingin melakukannya sekarang,  silahkan berwudhu dahulu.
Shalat 2 rakaat (salat mutlak) kemudian duduk menghadap kiblat, acungkan jari telunjuk tangan kanan ke langit.
Dan ucapkan:

1.  DOA PERLINDUNGAN

Baca dengan suara keras; Al Falaq, An Naas, Ayat Kursi, Baca Surah Al Baqarah 285-286.
Setelah selesai, lalu baca:

“Audzubillahiminassayyitoonirraziim. Hamba memohon perlindungan-Mu ya Rabb, dari godaan dan tipuan jin yang terkutuk”.
Bismillahirrahmaanirraahiim. Dengan menyebut asma-Mu yang maha rahman dan rahim. Dengan menyebut namamu, diatas asma-Mu hamba bersumpah dan mendeklarasikan ikrar ini.

2. IKRAR PEMUTUSAN

Ikrarkan atau baca:

“Wahai rabb yang maha mengambil sumpah, ambilah sumpah hambamu ini.
Bahwasannya, mulai detik ini, menit ini, dipagi hari ini, hamba (mewakili diri hamba, leluruh hamba, keluarga hamba, dan seluruh keturunan hamba) menyatakan; bahwa tidak ada lagi ikatan, perjanjian, hubungan, akad, persekutuan dengan bangsa jin jenis apapun. Putuskanlah ikatannya ya Allah… putuskanlah.. putuskanlah. Allahuakbar!!!”

3.  DEKLARASI PERMUSUHAN DENGAN IBLIS

Nyatakan deklarasi ini: “Mulai detik ini, diatas bumi Mu ini hamba nyatakan bahwa hamba-Mu ini adalah musuh bagi iblis dan seluruh sekutunya. Allahuakbar!”

4.  PENGHANCURAN ILMU BATHIL

Ucapkan:

“Ya Allah.. Seandainya dalam tubuh hamba, jiwa hamba, darah hamba, dada hamba, perut hamba, fikiran hamba, jiwa dan raga hamba ada kekuatan yang disebabkan amalan-amalan bid’ah yang engkau benci maka keluarkanlah ya Allah”.
Seandainya dalam tubuh hamba Ada kekutan negative, ada syaitan, ada jin, ada sihir, ada khadam  yang tersembunyi dan menghalangi hamba untuk dekat kepadamu maka hancurkan dan binasakanlah ya Rabb..
Hamba ridho semua kekuatan batil selain darimu itu hancur dan musnah. Dan hamba bertawakkal hanya kepadamu.

5.  DOA PERLINDUNGAN PENUTUP.

Ucapkan:

Ya Allah. Oleh karena hamba telah bersumpah untuk menjadikan mereka semua musuh, maka lindungi hamba ya Rabb. Masukan hamba kedalam bentengmu yang kokoh. Jangan biarkan hamba tergelincir lagi, jangan biarkan hamba mati sebelum meraih ampunanmu. Matikan hamba dalam keadaan bersih dari penguasaan musuh-Mu, khusnul khatimah atau syahid dijalanmu!
Allahu Akbar! Allahu Akbar!! Allaaaaahu Akbar!!!
Jika berhasil maka ada reaksi atau respon dari tubuh dan jiwa kita seperti: Muntah darah, muntah busa-lendir-isi perut, sesak di dada, berdebar, menangis keras, menjerit, merinding seluruh tubuh, bergetar, kerasukan baik sebagian organ tubuh atau jiwa.

Jika merasakan kondisi itu, segera istighfar mohon ampun kepada Allah ๏ทป dan pujilah Allah ๏ทป karena telah menunjukan kepada kita musuh yang sesungguhnya yang selama ini bersembunyi.

Ikrar ini kurang dari 5 menit, namun untuk merealisasikannya butuh 5 tahun, 50 tahun atau barangkali sepanjang usia kita.
Tergantung tumpukan maksiat dan kekuatan syaitan yang terjadi karena kuatnya maksiat yang sering kita lakukan.

ูˆَุงู„ู„ّู‡ُ ุฃุนู„َู… ุจِุงู„ุตَّูˆَุงุจ ..

Sumber:
Gudang Ilmu
Habib Jafar

Bagaimana Mencetak Anak Shalih?

Mari Baca Bismillah...

Semua orang yang telah menikah dan memiliki anak pasti menginginkan anaknya jadi shalih dan bermanfaat untuk orang tua serta agamanya. Karena anak jadi penyebab bagi orang tua untuk terus mendapat manfaat lewat doa dan amalannya, walau orang tua telah tiada. Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang diambil manfaatnya, atau doa anak yang shalih.” (HR. Muslim no. 1631).

Berarti keturunan atau anak yang shalih adalah harapan bagi setiap orang tua. Terutama ketika orang tua telah tiada, ia akan terus mendapatkan manfaat dari anaknya. Manfaatnya bukan hanya dari doa seperti tertera dalam hadits di atas. Manfaat yang orang tua perolah bisa pula dari amalan anak. Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Sesungguhnya yang paling baik dari makanan seseorang adalah hasil jerih payahnya sendiri. Dan anak merupakan hasil jerih payah orang tua.” (HR. Abu Daud no. 3528, An-Nasa’i dalam Al-Kubra 4: 4, 6043, Tirmidzi no. 1358, dan Ibnu Majah no. 2290. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Faktor yang dimaksud sebagai berikut.

1- Faktor utama berupa doa 
Tanpa doa, sangat tak mungkin tujuan mendapatkan anak shalih bisa terwujud. Karena keshalihan didapati dengan taufik dan petunjuk Allah.

“Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barangsiapa yang disesatkan Allah, maka merekalah orang-orang yang merugi.” (QS. Al-A’rof : 178)

Karena hidayah di tangan Allah, tentu kita harus banyak memohon pada Allah. Ada contoh-contoh doa yang bisa kita amalkan dan sudah dipraktikkan oleh para nabi di masa silam.

Doa Nabi Ibrahim ‘alaihis salam,

ุฑَุจِّ ู‡َุจْ ู„ِูŠ ู…ِู†َ ุงู„ุตَّุงู„ِุญِูŠู†َ

“Robbi hablii minash shoolihiin”

[Ya Rabbku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh]”. (QS. Ash Shaffaat: 100).

Doa Nabi Zakariya ‘alaihis salaam,

ุฑَุจِّ ู‡َุจْ ู„ِูŠ ู…ِู†ْ ู„َุฏُู†ْูƒَ ุฐُุฑِّูŠَّุฉً ุทَูŠِّุจَุฉً ุฅِู†َّูƒَ ุณَู…ِูŠุนُ ุงู„ุฏُّุนَุงุกِ

“Robbi hab lii min ladunka dzurriyyatan thoyyibatan, innaka samii’ud du’aa’”

[Ya Rabbku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Mengdengar doa] (QS. Ali Imron: 38).

Doa ‘Ibadurrahman (hamba Allah yang beriman),

ุฑَุจَّู†َุง ู‡َุจْ ู„َู†َุง ู…ِู†ْ ุฃَุฒْูˆَุงุฌِู†َุง ูˆَุฐُุฑِّูŠَّุงุชِู†َุง ู‚ُุฑَّุฉَ ุฃَุนْูŠُู†ٍ ูˆَุงุฌْุนَู„ْู†َุง ู„ِู„ْู…ُุชَّู‚ِูŠู†َ ุฅِู…َุงู…ًุง

“Robbanaa hab lanaa min azwajinaa wa dzurriyatinaa qurrota a’yun waj’alnaa lil muttaqiina imaamaa”

[Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami, isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa]. (QS. Al-Furqan: 74)

Yang jelas doa orang tua pada anaknya adalah doa yang mustajab. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Ada tiga doa yang mustajab yang tidak diragukan lagi yaitu doa orang tua, doa orang yang bepergian (safar) dan doa orang yang terzalimi.” (HR. Abu Daud no. 1536, Ibnu Majah no. 3862 dan Tirmidzi no. 1905. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini hasan)

Oleh karenanya jangan sampai orang tua melupakan doa baik pada anaknya, walau mungkin saat ini anak tersebut sulit diatur dan nakal. Hidayah dan taufik di tangan Allah. Siapa tahu ke depannya, ia menjadi anak yang shalih dan manfaat untuk orang tua berkat doa yang tidak pernah putus-putusnya.

๐Ÿผ2- Orang Tua Harus Memperbaiki Diri dan menjadi Shalih

Kalau menginginkan anak yang shalih, orang tua juga harus memperbaiki diri. Bukan hanya ia berharap anaknya jadi baik, sedangkan orangtua sendiri masih terus bermaksiat, masih sulit shalat, masih enggan menutup aurat. Sebagian salaf sampai-sampai terus menambah shalat, cuma ingin agar anaknya menjadi shalih.

Sa’id bin Al-Musayyib pernah berkata pada anaknya,

“Wahai anakku, sungguh aku terus menambah shalatku ini karenamu ( kamu menjadi shalih, pen.).” (Jami’ Al-‘Ulum wa Al-Hikam, 1: 467)

Bukti lain pula bahwa keshalihan orang tua berpengaruh pada anak, di antaranya kita dapat melihat pada kisah dua anak yatim yang mendapat penjagaan Allah karena ayahnya adalah orang yang shalih. Silakan lihat dalam surat Al-Kahfi,

“Adapun dinding rumah adalah kepunyaan dua orang anak yatim di kota itu, dan di bawahnya ada harta benda simpanan bagi mereka berdua, sedang ayahnya adalah seorang yang shalih.” (QS. Al-Kahfi: 82).

‘Umar bin ‘Abdil ‘Aziz pernah mengatakan,

“Setiap mukmin yang meninggal dunia (di mana ia terus memperhatikan kewajiban pada Allah, pen.), maka Allah akan senantiasa menjaga anak dan keturunannya setelah itu.” (Jami’ Al-‘Ulum wa Al-Hikam, 1: 467)

3- Pendidikan Agama Sejak Dini

Allah memerintahkan pada kita untuk menjaga diri kita dan anak kita dari neraka sebagaimana disebutkan dalam ayat,

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.” (QS. At-Tahrim: 6).

Disebutkan dalam Tafsir Ibnu Katsir (7: 321), ‘Ali mengatakan bahwa yang dimaksud ayat ini adalah,

“Ajarilah adab dan agama pada mereka.”

Tentang shalat pun diperintahkan diajak dan diajarkan sejak dini. Dari Amr bin Syu’aib, dari bapaknya dari kakeknya radhiyallahu ‘anhu, beliau meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Perintahkan anak-anak kalian untuk mengerjakan shalat ketika mereka berumur 7 tahun. Pukul mereka jika tidak mengerjakannya ketika mereka berumur 10 tahun. Pisahkanlah tempat-tempat tidur mereka.” (HR. Abu Daud no. 495. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Tentang adab makan diperintahkan untuk diajarkan. Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mendidik ‘Umar bin Abi Salamah adab makan yang benar. Beliau berkata pada ‘Umar,

“Wahai anak kecil, sebutlah nama Allah (bacalah bismillah) ketika makan. Makanlah dengan tangan kananmu. Makanlah yang ada di dekatmu.” (HR. Bukhari no. 5376 dan Muslim no. 2022)

Bukan hanya shalat dan adab saja yang diajarkan, hendaklah pula anak diajarkan untuk menjauhi perkara haram seperti zina, berjudi, minum minuman keras, berbohong dan perbuatan tercela lainnya. Kalau orang tua tidak bisa mengajarkannya karena kurang ilmu, sudah sepatutnya anak diajak untuk dididik di Taman Pembelajaran Al-Qur’an (TPA) atau sebuah pesantren di luar waktu sekolahnya. Moga kita dikaruniakan anak-anak yang menjadi penyejuk mata orang tuanya.

Al-Hasan Al-Bashri berkata,

“Tidak ada sesuatu yang lebih menyejukkan mata seorang mukmin selain melihat istri dan keturunannya taat pada Allah ‘azza wa jalla.” (Disebutkan dalam Zaad Al-Masiir pada penafsiran Surat Al-Furqan ayat 74)

Wallahu waliyyut taufiq.

Referensi Utama:
- Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim. Cetakan pertama, tahun 1433 H. Yahya bin Syarh An-Nawawi. Penerbit Dar Ibnu Hazm. Fiqh

- Tarbiyah Al-Abna’. Cetakan tahun 1423 H. Syaikh Musthafa Al-‘Adawi. Penerbit Dar Ibnu Rajab.

Jumat, 10 Juli 2020

Orang-orang yang Dicintai ALLAH



Ikhlas adalah salah satu syarat diterimanya ibadah. Bahkan para ulama mengatakan, ruhnya amal adalah ikhlas.

Dalam Kitab Al-Hikam, Syeikh Ibnu Atho'illah As-Sakandari (wafat 1309), menceritakan ikhlas itu salah satu akhlak mulia Nabi Muhammad shallalahu 'alaihi wa sallam (SAW).
Beliau mengajarkan hakikat ikhlas yang begitu indah.

Alkisah, suatu hari saat Rasulullah SAW sedang berkumpul dengan beberapa sahabatnya, datanglah seorang perempuan kafir membawa beberapa biji buah jeruk sebagai hadiah. Rasulullah menerimanya dengan senyuman gembira.

Lalu mulailah jeruk itu dimakan oleh Rasulullah SAW dengan tersenyum. Sebiji demi sebiji hingga habislah semua jeruk tersebut. Ketika perempuan itu meminta izin untuk pulang, salah seorang sahabat segera bertanya mengapa tidak sedikit pun Rasulullah menyisakan jeruk tadi untuk sahabat lainnya.

Rasulullah pun menjawab  :   "Sebenarnya buah jeruk itu terlalu asam sewaktu aku merasakannya pertama kali. Kalau kalian ikut makan, aku takut ada di antara kalian yang akan mengernyitkan dahi atau memarahi perempuan tersebut. Aku takut hatinya akan tersinggung. Sebab itu, aku habiskan semuanya."

Akhlak yang agung seperti ini tidak dapat dipoles di permukaan, tetapi semata-mata karena ada cahaya ikhlas yang sudah tertanam di dalam hati. Sikap dan perilaku adalah cerminan hati. Dalam sebuah Hadits Qudsi, Rasulullah SAW bersabda:

"Aku pernah bertanya kepada Jibril tentang ikhlas. Lalu Jibril berkata, 'Aku telah menanyakan hal itu kepada Allah', lalu Allah berfirman, '(Ikhlas) adalah salah satu dari rahasiaku, yang Aku berikan ke dalam hati orang-orang yang Ku cintai dari kalangan hamba-hamba-Ku".

Semoga ALLAH memasukkan kita ke dalam golongan orang-orang yang selalu ALLAH  cintai...

Aamiin...

DOA LENGKAP

Bismillah...

Ini ada doa yang Maa syaa ALLAH  luar biasa


ุงู„ู„ّٰู‡ُู…َّ ุฅِู†ِّูŠْ ุฃَุณْุฃَู„ُูƒَ ู…ِู†َ ุงู„ْุฎَูŠْุฑِ ูƒُู„ِّู‡ِ، ุนَุงุฌِู„ِู‡ِ ูˆَุงุٓฌِู„ِู‡ِ، ู…َุง ุนَู„ِู…ْุชُ ู…ِู†ْู‡ُ ูˆَู…َุง ู„َู…ْ ุฃَุนْู„َู…ْ، ูˆَุฃَุนُูˆْุฐُ ุจِูƒَ ู…ِู†َ ุงู„ุดَّุฑِّ ูƒُู„ِّู‡ِ، ุนَุงุฌِู„ِู‡ِ ูˆَุงุٓฌِู„ِู‡ِ، ูˆَู…َุง ุนَู„ِู…ْุชُ ู…ِู†ْู‡ُ ูˆَู…َุง ู„َู…ْ ุฃَุนْู„َู…ْ، ูˆَุฃَุณْุฃَู„ُูƒَ ุงู„ْุฌَู†َّุฉَ ูˆَู…َุง ู‚َุฑَّุจَ ุฅِู„َูŠْู‡َุง ู…ِู†ْ ู‚َูˆْู„ٍ ุฃَูˆْ ุนَู…َู„ٍ، ูˆَุฃَุนُูˆْุฐُ ุจِูƒَ ู…ِู†َ ุงู„ู†َّุงุฑِ ูˆَู…َุง ู‚َุฑَّุจَ ุฅِู„َูŠْู‡َุง ู…ِู†ْ ู‚َูˆْู„ٍ ุฃَูˆْ ุนَู…َู„ٍ، ูˆَุฃَุณْุฃَู„ُูƒَ ู…ِู…َّุง ุณَุฃَู„َูƒَ ุจِู‡ِ ู…ُุญَู…َّุฏٌ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…ْ، ูˆَุฃَุนُูˆْุฐُ ุจِูƒَ ู…ِู…َّุง ุชَุนَูˆَّุฐَ ุจِู‡ِ ู…ُุญَู…َّุฏٌ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…ْ، ูˆَู…َุง ู‚َุถَูŠْุชَ ู„ِูŠْ ู…ِู†ْ ู‚َุถَุงุกٍ ูَุงุฌْุนَู„ْ ุนَุงู‚ِุจَุชَู‡ُ ุฑُุดْุฏًุง.
(ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุญุงูƒู…، ูˆุตุญุญู‡ ุงู„ุฃู„ุจุงู†ูŠ)

Allohumma innii as aluka minal khoiri kullihi, 'aajilihi wa aajilihi, maa 'alimtu minhu wa maa lam a'lam, wa a'uudzu bika minasy syarri kullihi, 'aajilihi wa aajilihi, wa maa 'alimtu minhu wa maa lam a'lam, wa as alukal jannata wa maa qorroba ilaihaa min qoulin au 'amalin, wa a'uudzu bika minannaari wa maa qorroba ilaihaa min qoulin au 'amalin, wa as aluka mimmaa sa-alaka bihi muhammadun -shallallahu 'alaihi wa sallam-, wa a'uudzu bika mimmaa ta'awwadza bihi muhammadun -shallallahu 'alaihi wa sallam-, wa maa qodhoita lii min qodhoo-in faj'al 'aaqibatahuu rusydaa.

Artinya:

"Ya Allah, aku meminta seluruh kebaikan, baik yang cepat maupun yang lambat, yang aku ketahui dan yang tidak aku ketahui, dan aku berlindung dari seluruh keburukan, yang cepat maupun yang lambat, yang aku ketahui dan yang tidak aku ketahui.

Dan aku meminta surga dan yang mendekatkan kepadanya dari perkataan atau perbuatan, dan aku berlindung dari neraka dan yang mendekatkan kepadanya dari perkataan atau perbuatan.

Dan aku meminta segala sesuatu yang diminta oleh Nabi Muhammad-shallallahu 'alaihi wa sallam- dan berlindung dari segala yang diminta perlindungannya oleh Nabi Muhammad -shallallahu 'alaihi wa sallam-.

Dan apapun yang Engkau takdirkan untukku, maka jadikanlah kebaikan pada akhirnya."

(HR. Hakim dan dishahihkan Syeikh Albani)

Semoga kita semua bisa menghafal dan membacanya di manapun juga.
Aamiiin...


Kamis, 09 Juli 2020

Tiga Hal yang Menunjukkan Kemuliaan Seseorang menurut Imam Syafi’i



Pertama,
ูƒุซู…ุงู† ุงู„ูู‚ุฑ ุญุชู‰ ูŠุธู† ุงู„ู†ุงุณ ู…ู† ุนูุชูƒ ุฃู†ูƒ ุบู†ูŠ

mampu menyembunyikan kemiskinannya, sehingga orang di sekitarnya menyangka dia adalah orang berada, hal itu dilakukan sebagai upaya untuk menjaga kehormatannya. Dan juga agar tidak merepotkan orang lain.

Kedua,
ูˆูƒุซู…ุงู† ุงู„ุบุถุจ ุญุชู‰ ูŠุธู† ุงู„ู†ุงุณ ุฃู†ูƒ ุฑุงุถ
mampu menyembunyikan kemarahannya, sehingga orang disekitarnya menganggap dia ridho, dan tidak ada kemarahan sedikitpun ketika sedang menghadapi sesuatu yang tidak disenangi.

Ketiga,
ูˆูƒุซู…ุงู† ุงู„ุดุฏุฉ ุญุชู‰ ูŠุธู† ุงู„ู†ุงุณ ุฃู†ูƒ ู…ุชู†ุนู…
mampu menyembunyikan kesulitan dan kesusahannya, sehingga orang disekitarnya menyangka, bahwa dia orang yang penuh kenikmatan dan kecukupan.

RESEP HIDUP SEHAT


Banyak Membaca Al-Qur'an Membuat Hidup Lebih Sehat

Semoga kita sama-sama bisa mengambil HIKMAH dari cerita Ustadz ini:

Masa itu, saya dalam kondisi pengobatan. Trigliserid 3 kali lipat dari batas normal membuat saya sering meradang sebab vertigo. Dunia seperti jungkir balik dan saya pun berobat dengan seorang professor.

Hasilnya, ada beberapa obat yang perlu dikonsumsi dan diet beberapa jenis makanan terlarang sesaat. Saya dianjurkan untuk banyak konsumsi buah dan sayuran. Saya pun 'terpaksa' nurut demi kesembuhan.

Masih teringat jelas saat suatu pagi saya diminta berceramah. Di sebuah keluarga berada di daerah Radio Dalam, Jakarta. Usai acara saya dipersilakan menikmati makanan. Saya pun menyambut ajakan tuan rumah.

Sebelum tiba di meja makan prasmanan, saya persilakan seorang yang 'paling sepuh' di sana utk mengambil jamuan. Maka 'kakek' itu mengambil makanan dan saya berdiri kedua dalam giliran.

Saya menyaksikan betapa sang kakek mengambil semua makanan yang disajikan. Tidak ada yang terlewat, sementara saya hanya  mengambil sayur dan buah. Usai mengambil makanan, saya sengaja duduk di sisi beliau.

"Ma sya Allah....!" Saya berdecak kagum melihat piring beliau 'munjung' dengan makanan. Sementara saya yang jauh lebih muda hanya seperempat piring saja terisi sayur dan buah. Terus terang saya merasa iri kepadanya.

Saat duduk di sampingnya, saya berujar, "Belum ada pantangan makan ya, Pak?" Beliau tersenyum dan berkata,

"Coba Ustadz terka berapa umur saya...?"

Saya menjawab dengan senyum seraya menerka, "Enam puluh tiga... Enam puluh lima... Enam puluh tujuh..."
Anehnya, setiap kali saya coba menerka umur, beliau selalu menggeleng dan tersenyum sambil berkata bahwa terkaan saya salah.

Tiga kali saya menerka selalu salah. Demi Allah, paras tubuhnya memberi isyarat kepada saya bahwa umur beliau belum lebih dari kisaran 60-an. Hingga saya mulai menampakkan mimik bingung di wajah. Rupanya si kakek menikmati permainan tebak umur itu dengan saya.

Dalam kebingungan yang saya alami, beliau tetap tersenyum dan mulai menjelaskan dengan ujarnya,

"Coba Ustadz lihat di rambut kepala saya... Adakah uban di sana...? Kacamata yang saya pakai ini bukan minus atau plus. Mata saya masih awas dan terang, Alhamdulillah. Ini saya gunakan hanya untuk menangkal sinar terik matahari.... Umur saya Alhamdulillah baru 83 tahun."

Saya terperanjat mendengar ujar beliau. Gak masuk akal bagi saya umur beliau 83 tahun tanpa uban di kepala. Sementara saya yang berusia 30-an sudah banyak sekali uban bertabur. Apalagi saya menggunakan kacamata minus tebal.

Merasa tertarik dengan fakta ini saya kejar beliau dgn tanya menyusul, "Apa resepnya bisa hidup sehat, Pak?"

Beliau tersenyum dan membalas tanya saya dengan sebuah pertanyaan, "Ustadz, suka baca Alquran?"
Saya merasa aneh dengan pertanyaan ini. Dalam batin saya berkata, "saya ini Ustadz... Masa ditanya kayak begituan?" Saya jawab beliau, "Ya, saya suka baca Alquran."

"Berapa kali dalam sehari...?" Kejar beliau.
"Minimal sekali dalam sehari. Rutin ba'da subuh saya membacanya" ujar saya.

"Oooo...., cuma sekali. Jadi lebih banyak makan dong daripada baca Alquran." lanjutnya.
Terus terang saya merasa terhina dengan  ucapan beliau. Tapi refleks saya langsung bertanya, "Apa hubungan baca Alquran dengan hidup sehat dan awet muda?!"

Beliau jawab pertanyaan saya dengan bijak kali ini sambil menjelaskan, "Ustadz...., sampai kini guru saya masih
 hidup. Beliau tinggal di Sumatera Barat. Umur beliau saat ini 97 tahun, dan Alhamdulillah ke mana pun ia masih menyetir mobil sendiri. Beliau sehat di usianya yang senja... Resep ini saya dapat dari beliau. Resep yang amat mudah dan simple; yaitu Memperbanyak baca dari kanan ke kiri bukan sebaliknya...."

Subhanallah... Saya bergumam. Kagum dan syukur saya mendapat sebuah ilmu berharga tetang kesehatan dari seorang kakek di siang itu.

Saat itu saya baru menyadari sebuah hikmah mengapa Allah pilih bahasa Arab untuk Alquran. Rupanya ayat 2 dalam surat Yusuf yang sering saya baca, baru kini saya mengerti salah satu hikmahnya.

Selamat hidup sehat dengan AL-QURAN ๐Ÿ˜Š

Keutamaan Mengucapkan Tahmid (Hamdalah)

Bacalah Bismillah


Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Sesungguhnya hamba Allah yang paling mulia pada hari kiamat adalah “al-hammaaduun” (orang yang paling banyak mengucapkan hamdalah)”.
(HR. ath-Thabrani dalam al-Mu’jam al-Kabir. Lihat Shahiihul jaami’ no. 1571).

ุญَุฏَّุซَู†َุง ุนَุจْุฏُ ุงู„ุฑَّุญْู…َู†ِ ุจْู†ُ ุฅِุจْุฑَุงู‡ِูŠู…َ ุงู„ุฏِّู…َุดْู‚ِูŠُّ ุญَุฏَّุซَู†َุง ู…ُูˆุณَู‰ ุจْู†ُ ุฅِุจْุฑَุงู‡ِูŠู…َ ุจْู†ِ ูƒَุซِูŠุฑِ ุจْู†ِ ุจَุดِูŠุฑِ ุจْู†ِ ุงู„ْูَุงูƒِู‡ِ ู‚َุงู„َ ุณَู…ِุนْุชُ ุทَู„ْุญَุฉَ ุจْู†َ ุฎِุฑَุงุดٍ ุงุจْู†َ ุนَู…ِّ ุฌَุงุจِุฑٍ ู‚َุงู„َ ุณَู…ِุนْุชُ ุฌَุงุจِุฑَ ุจْู†َ ุนَุจْุฏِ ุงู„ู„َّู‡ِ ูŠَู‚ُูˆู„ُ
ุณَู…ِุนْุชُ ุฑَุณُูˆู„َ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ูŠَู‚ُูˆู„ُ ุฃَูْุถَู„ُ ุงู„ุฐِّูƒْุฑِ ู„َุง ุฅِู„َู‡َ ุฅِู„َّุง ุงู„ู„َّู‡ُ ูˆَุฃَูْุถَู„ُ ุงู„ุฏُّุนَุงุกِ ุงู„ْุญَู…ْุฏُ ู„ِู„َّู‡ِ

Telah menceritakan kepada kami Abdurrahman bin Ibrahim Ad Dimasyqi telah menceritakan kepada kami Musa bin Ibrahim bin Katsir bin Basyir bin Al fakih dia berkata; saya mendengar Thalhah bin Khirasy anak pamannya Jabir dia berkata; saya mendengar Jabir bin Abdillah dia berkata; saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

"Dzikir yang paling utama adalah Laa ilaaha illallah (Tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Allah). Dan do'a yang paling utama adalah Al Hamdulillah (segala puji bagi Allah)."
(HR. Ibnu Majah no. 3800)

ุญَุฏَّุซَู†َุง ุงู„ْุญَุณَู†ُ ุจْู†ُ ุนَู„ِูŠٍّ ุงู„ْุฎَู„َّุงู„ُ ุญَุฏَّุซَู†َุง ุฃَุจُูˆ ุนَุงุตِู…ٍ ุนَู†ْ ุดَุจِูŠุจِ ุจْู†ِ ุจِุดْุฑٍ ุนَู†ْ ุฃَู†َุณٍ ู‚َุงู„َ
ู‚َุงู„َ ุฑَุณُูˆู„ُ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ู…َุง ุฃَู†ْุนَู…َ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َู‰ ุนَุจْุฏٍ ู†ِุนْู…َุฉً ูَู‚َุงู„َ ุงู„ْุญَู…ْุฏُ ู„ِู„َّู‡ِ ุฅِู„َّุง ูƒَุงู†َ ุงู„َّุฐِูŠ ุฃَุนْุทَุงู‡ُ ุฃَูْุถَู„َ ู…ِู…َّุง ุฃَุฎَุฐَ

Telah menceritakan kepada kami Al Hasan bin Ali Al Khallal telah menceritakan kepada kami Abu 'Ashim dari Syabib bin Bisyr dari Anas dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

"Tidaklah Allah memberikan kenikmatan kepada seorang hamba, kemudian ia mengucapkan;

ุงู„ْุญَู…ْุฏُ ู„ِู„َّู‡ِ

 "Segala puji bagi Allah", kecuali apa yang dia berikan itu lebih utama dari apa yang telah ia terima."
(HR. Ibnu Majah no. 3805)

DZIKIR PENDEK PAGI dan SORE

Amalan Harian Muslim

Awali dengan Ta'awwudz

ุฃَุนُูˆุฐُ ุจِุงู„ู„َّู‡ِ ู…ِู†َ ุงู„ุดَّูŠْุทَุงู†ِ ุงู„ุฑَّุฌِูŠู…ِ

“Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.”

Ayat Kursi

ุงู„ู„َّู‡ُ ู„ุงَ ุฅِู„َู‡َ ุฅِู„ุงَّ ู‡ُูˆَ ุงู„ْุญَูŠُّ ุงู„ْู‚َูŠُّูˆู…ُ، ู„ุงَ ุชَุฃْุฎُุฐُู‡ُ ุณِู†َุฉٌ ูˆَู„ุงَ ู†َูˆْู…ٌ، ู„َู‡ُ ู…َุง ูِูŠ ุงู„ุณَّู…َุงูˆَุงุชِ ูˆَู…َุง ูِูŠ ุงู„ْุฃَุฑْุถِ، ู…َู†ْ ุฐَุง ุงู„َّุฐِูŠ ูŠَุดْูَุนُ ุนِู†ْุฏَู‡ُ ุฅِู„ุงَّ ุจِุฅِุฐْู†ِู‡ِ، ูŠَุนْู„َู…ُ ู…َุง ุจَูŠْู†َ ุฃَูŠْุฏِูŠู‡ِู…ْ ูˆَู…َุง ุฎَู„ْูَู‡ُู…ْ، ูˆَู„َุง ูŠُุญِูŠุทُูˆู†َ ุจِุดَูŠْุกٍ ู…ِู†ْ ุนِู„ْู…ِู‡ِ ุฅِู„ุงَّ ุจِู…َุง ุดَุงุกَ، ูˆَุณِุนَ ูƒُุฑْุณِูŠُّู‡ُ ุงู„ุณَّู…َุงูˆَุงุชِ ูˆَุงู„ْุฃَุฑْุถَ، ูˆَู„َุง ูŠَุฆُูˆุฏُู‡ُ ุญِูْุธُู‡ُู…َุง، ูˆَู‡ُูˆَ ุงู„ْุนَู„ِูŠُّ ุงู„ْุนَุธِูŠู…ُ

(QS. Al Baqarah: 255)
(Dibaca 1 x)

Hadits: Barang Siapa yang membacanya ketika pagi, maka ia akan dilindungi hingga petang. [HR. Al Hakim]

Surat Al-Ikhlas dan Muawwidzatain

ุจِุณْู…ِ ุงู„ู„َّู‡ِ ุงู„ุฑَّุญْู…َู†ِ ุงู„ุฑَّุญِูŠู…ِ
ู‚ُู„ْ ู‡ُูˆَ ุงู„ู„َّู‡ُ ุฃَุญَุฏٌ ุงู„ู„َّู‡ُ ุงู„ุตَّู…َุฏُ ู„َู…ْ ูŠَู„ِุฏْ ูˆَู„َู…ْ ูŠُูˆู„َุฏْ ูˆَู„َู…ْ ูŠَูƒُู† ู„َّู‡ُ ูƒُูُูˆًุง ุฃَุญَุฏٌ

(QS. Al Ikhlas: 1-4)
(Dibaca 3 x)

ุจِุณْู…ِ ุงู„ู„َّู‡ِ ุงู„ุฑَّุญْู…َู†ِ ุงู„ุฑَّุญِูŠู…ِ
ู‚ُู„ْ ุฃَุนُูˆุฐُ ุจِุฑَุจِّ ุงู„ْูَู„َู‚ِ ู…ِู† ุดَุฑِّ ู…َุง ุฎَู„َู‚َ ูˆَู…ِู† ุดَุฑِّ ุบَุงุณِู‚ٍ ุฅِุฐَุง ูˆَู‚َุจَ ูˆَู…ِู† ุดَุฑِّ ุงู„ู†َّูَّุงุซَุงุชِ ูِูŠ ุงู„ْุนُู‚َุฏِ  ูˆَู…ِู† ุดَุฑِّ ุญَุงุณِุฏٍ ุฅِุฐَุง ุญَุณَุฏَ

(QS. Al Falaq: 1-5)
(Dibaca 3 x)

ุจِุณْู…ِ ุงู„ู„َّู‡ِ ุงู„ุฑَّุญْู…َู†ِ ุงู„ุฑَّุญِูŠู…ِ
ู‚ُู„ْ ุฃَุนُูˆุฐُ ุจِุฑَุจِّ ุงู„ู†َّุงุณِ ู…َู„ِูƒِ ุงู„ู†َّุงุณِ ุฅِู„َู‡ِ ุงู„ู†َّุงุณِ ู…ِู† ุดَุฑِّ ุงู„ْูˆَุณْูˆَุงุณِ ุงู„ْุฎَู†َّุงุณِ ุงู„َّุฐِูŠ ูŠُูˆَุณْูˆِุณُ ูِูŠ ุตُุฏُูˆุฑِ ุงู„ู†َّุงุณِ ู…ِู†َ ุงู„ْุฌِู†َّุฉِ ูˆَ ุงู„ู†َّุงุณِ

(QS. An Naas: 1-6)
(Dibaca 3 x)

*Hadits: Barang Siapa yang mengucapkannya masing-masing tiga kali ketika pagi dan petang, maka segala sesuatu akan dicukupkan untuknya.* [HR. Abu Daud]

Doa Terhindar dari  Bahaya

ุจِุณْู…ِ ุงู„ู„َّู‡ِ ุงู„َّุฐِู‰ ู„ุงَ ูŠَุถُุฑُّ ู…َุนَ ุงุณْู…ِู‡ِ ุดَู‰ْุกٌ ูِู‰ ุงู„ุฃَุฑْุถِ ูˆَู„ุงَ ูِู‰ ุงู„ุณَّู…َุงุกِ ูˆَู‡ُูˆَ ุงู„ุณَّู…ِูŠุนُ ุงู„ْุนَู„ِูŠู…ُ

“Dengan nama Allah yang bila disebut, segala sesuatu di bumi dan langit tidak akan berbahaya, Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Dibaca 3 x)

Hadits: Barang siapa yang mengucapkan dzikir ini sebanyak tiga kali di pagi hari dan tiga kali di petang hari, maka tidak akan ada bahaya yang tiba-tiba memudaratkannya. [HR. Abu Daud]

Doa Afiyah

ุงَู„ู„َّู‡ُู…َّ ุฅِู†ِّูŠْ ุฃَุณْุฃَู„ُูƒَ ุงู„ْุนَูْูˆَ ูˆَุงู„ْุนَุงูِูŠَุฉَ ูِูŠ ุงู„ุฏُّู†ْูŠَุง ูˆَุงْู„ุขุฎِุฑَุฉِ، ุงَู„ู„َّู‡ُู…َّ ุฅِู†ِّูŠْ ุฃَุณْุฃَู„ُูƒَ ุงู„ْุนَูْูˆَ ูˆَุงู„ْุนَุงูِูŠَุฉَ ูِูŠ ุฏِูŠْู†ِูŠْ ูˆَุฏُู†ْูŠَุงูŠَ ูˆَุฃَู‡ْู„ِูŠْ ูˆَู…َุงู„ِูŠْ ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุงุณْุชُุฑْ ุนَูˆْุฑَุงุชِู‰ ูˆَุขู…ِู†ْ ุฑَูˆْุนَุงุชِู‰. ุงَู„ู„َّู‡ُู…َّ ุงุญْูَุธْู†ِูŠْ ู…ِู†ْ ุจَูŠْู†ِ ูŠَุฏَูŠَّ، ูˆَู…ِู†ْ ุฎَู„ْูِูŠْ، ูˆَุนَู†ْ ูŠَู…ِูŠْู†ِูŠْ ูˆَุนَู†ْ ุดِู…َุงู„ِูŠْ، ูˆَู…ِู†ْ ูَูˆْู‚ِูŠْ، ูˆَุฃَุนُูˆْุฐُ ุจِุนَุธَู…َุชِูƒَ ุฃَู†ْ ุฃُุบْุชَุงู„َ ู…ِู†ْ ุชَุญْุชِูŠْ

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku (aib dan sesuatu yang tidak layak dilihat orang) dan tenteramkanlah aku dari rasa takut. Ya Allah, peliharalah aku dari muka, belakang, kanan, kiri dan atasku. Aku berlindung dengan kebesaran-Mu, agar aku tidak disambar dari bawahku (oleh ular atau tenggelam dalam bumi dan lain-lain yang membuat aku jatuh).” (Dibaca 1 x)

Hadits: Rasulullah  saw tidak pernah meninggalkan do’a ini di pagi dan petang hari.
[HR Abu Daud]

๐Ÿ”† Mari kita raih doa Nabi :

ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุจَุงุฑِูƒْ ู„ุฃُู…َّุชِู‰ ูِู‰ ุจُูƒُูˆุฑِู‡َุง

“Ya Allah, berkahilah umatku di waktu paginya.” [HR. Abu Daud]

Keterangan :
Sesungguhnya sangat banyak zikir zikir yang dicontohkan Rosulullah Shalallahu alaihiwassalam.

Rabu, 08 Juli 2020

Kata-kata Bijak Syekh Muhammad rahimahullahu

Bacalah Bismillah

๐ŸŒบ Seorang teman(pun) takkan mau berbagi laramu. Seorang kekasih(pun) takkan mau menanggung dukamu. Seorang kerabat(pun) takkan mau menggantikanmu untuk tak tidur malam.

๐ŸŒปCukup perhatikan dirimu, jaga, manjakan dan jangan membebaninya dengan berbagai permasalahan melebihi kemampuanmu.

 ๐Ÿฃ Pastikan bahwa saat kau hancur, takkan ada yg mampu memperbaikinya selain dirimu sendiri. Saat kau kalah, takkan ada yg mampu menolong selain tekadmu. Kemampuanmu untuk berdiri kembali tak dimiliki oleh selainmu.

๐Ÿ’™ Jangan mencari nilai dirimu lewat pandangan orang lain, carilah lewat suara hatimu. Jika hatimu merasa ringan, kedudukanmu telah terangkat. Dan jika kau telah mengenal dirimu, maka jangan terusik akan apa yg di katakan orang lain tentangmu.

๐Ÿ’Ž Jangan terlalu memikirkan dunia, karena ia milik Allah. Jangan terlalu memikirkan akan rejeki, karena ia dari Allah. Jangan terlalu memikirkan masa depan, karena ia berada di tangan Allah. Pikirkan hanya satu hal, yaitu bagaimana kau dapat membuat Allah ridha.

๐Ÿ Karena saat kau membuat Allah ridha, maka Dia akan ridha padamu, merelakanmu, mencukupimu dan membuatmu tidak membutuhkan pada yg lain.

๐ŸŒท Jangan putus asa akan kehidupan yg membuat hatimu menangis. Katakan, duhai Tuhan gantikanlah dengan kebaikan di dunia dan akhirat. Karena kesedihan akan sirna dengan bersujud, dan kebahagiaan akan datang dengan berdoa.

๐ŸŒž Allah takkan lupa dengan sebuah kebaikan yg telah kau lakukan, kesedihan yg telah kau halau, serta mata yg menangis lalu kau menghiburnya.

๐ŸŒ€ Hiduplah dengan sebuah prinsip, jadilah seorang yg baik walaupun kau tak menerima balasan setimpal.

๐Ÿ Berbuat baiklah- bukan karena mereka, tapi karena Allah mencintai orang-orang yg berbuat baik."

Maa syaa ALLAH..
TabaarakALLAH
Laa quwwata illa BiLlaah ๐Ÿ™๐Ÿ™

Zikir sebelum Tidur


Bismillah...

Sahal al-Tustari (w. 283) mendawamkan zikir sebelum tidur berikut sejak usia
3 tahun  hingga menjadi kekasih Allah:


ุงู„ู„ู‡ ู…ุนูŠ
Allรขh ma’รฎ,
Allahu bersamaku

ุงู„ู„ู‡ ู†ุงุธุฑ ุฅู„ูŠ
Allรขh nรขzirun ilayya
Allah melihatku

ุงู„ู„ู‡ ุดุงู‡ุฏูŠ
Allรขh syรขhidรฎ
Allah menyaksikanku


Untuk anak - anak cukup membaca 3x
Orang dewasa 11x

Yuk mari kita amalkan, ya....
Semoga bermanfaat ๐Ÿ™


Obituarium Sayyidah Khadijah: Keabadian Cinta dan Tonggak Perjuangan Perempuan


Hari ini awan pagi memerah, ada sedikit kuning, beberapa biru, juga terselip warna jingga. Warna-warni tampaknya. Beradu dan memancar pada segala sudut jagad raya. Cahayanya benderang, seolah mengingatkan pada kisah.
Tentang sosok perempuan hebat yang terlahir di dunia. Tepat hari kesebelas (versi lain kesepuluh) bulan Ramadan satu dekade kenabian, bumi memeluk raganya. Jiwanya menghadap keabadian. Tahun kesedihan! Begitu sejarah mengabadikan.

“Kekasihku, jika suatu saat nanti kau akan menemui umatmu, sedang kau tak memiliki perahu untuk menyebrangi sungai-sungai itu, galilah kuburku, buatlah dari tulang-tulangku.”
 Lirih kalimat ini keluar dari bibirnya. Menyelinap di antara kedua tangannya yang spontan menyeka air mata di pipinya.

Mendengarnya, hati siapa yang tidak bergetar. Ada maaf, tapi sama sekali bukan karena salah.

Bagi pecinta, setiap langkah kerap dirasa tak sempurna. Mungkin karena tulus, hingga tak ada yang tersisa, seolah ia belum melakukan apa-apa.

Perkataan Sayyidah Khadijah ini sungguh sangat epic. Saya yakin, ungkapan cinta ini layak diabadikan. Tidak ada padanannya. Jauh melebihi kegilaan kata mutiara Laila dan Majnun.  Keindahannya, jauh melampaui sentuhan lukisan Romeo pada Julliet. Apalagi sekedar gombalan Dilan ke Millea.

Bagaimana tidak, perkataan ini terucap bukan saat baru berkembang bunga cinta kedua insan. Tetapi saat cinta memasuki senja.

Jika ia kembang, mungkin saja sudah hampir layu.
Bila ia hujan, berapa telaga yang tercipta.

Selama dua puluh tahun lebih, terlalu banyak kisah yang mematri kepastian nyata kata itu. Merebak mewangi di setiap sanubari. Bukan modal rayu-rayu atau bahkan tipu-tipu.

Tahun-tahun sulit ia lalui bersama. Baik suka maupun duka. Tapi, sejak peristiwa di Gua Hira, masyarakat Arab memaksa hari-hari mereka menjadi sulit, bahkan teramat sulit. Puncaknya adalah ketika Quraish sepakat memutuskan mengunci setiap pintu ekonomi keluarga.

Peristiwa ini tidak hanya sekadar isolasi, tapi ini lebih dari menyiksa pikiran dan hati. Ancamannya jelas, nyawa dan keberlangsungan hidup Muhammad, kekasih hatinya.

 Ancaman serta embargo!! Siapapun yang kedapatan membantu dan menolong keluarga ini, pedang balasannya. Pengumuman ini jelas tertempel mengancam di dinding Ka’bah.

Dua hingga tiga tahun keadaan ini terjadi. Bukan berangsur membaik, bahkan semakin memburuk. Muhammad sedih, bahkan teramat sedih. Berulang-ulang wahyu datang memberi pesan untuk bersabar dan kuat menghadapi penghinaan. Seperti menciptakan pendirian yang hampir bersifat Ghandian, berupa perlawanan tanpa kekerasan. Begitu Lesley Hazleton mengibaratkan.

Masa-masa itu, usia Khadijah semakin bertambah. Harta yang terbilang cukup kaya, berangsur-angsur berkurang. Mungkin akal kita tak bisa menerima, bagaimana ketegaran seorang istri saat kesulitan yang teramat ini terjadi. Memastikan dapur tersedia bagi anak-anak, juga untuk suami. Mungkin pula kita tidak sampai hati, bagaimana perasaan perempuan, saat harta-harta di tangannya raib untuk perjuangan. Ketika kain-kain sutera lusuh dan hanya tersisa satu dua helai saja.

Khadijah tidak pernah berpaling. Bahkan dalam keadaan sakitpun ia tetap menjadi perisai baginda Nabi. Betul, bersama Abu Thalib, paman beliau, satu perisai dakwah Muhammad berada di pundak Sayyidah Khadijah. Dengan bekal kecerdasan, kehormatan, nilai dan keluhuran, Khadijah sangat dipandang dan disegani oleh mereka yang memusuhi Muhammad.

Perisai inilah yang abadi, bukan sekedar persoalan harta atau kecantikan yang semata bendawi. Sebuah pesan mendalam yang selalu harus diperjuangkan, terutama oleh aktivis-aktivis perempuan saat ini. Juga oleh para lelaki, supaya mereka memahami.

Ajal itu tiba, tepat saat kondisi berangsur pulih, saat Quraish memutuskan membuka kembali jalur dakwah dan ekonomi keluarga. Tentu, perjuangan lebih dari dua puluh tahun membesarkan anak-anaknya bersama kini harus diakhiri. Khadijah pamit.

Sebuah riwayat yang sungguh memilukan bahwa kain kafan yang dijadikan untuk menyelimuti sangat terbatas, hingga ia meminta sorban yang biasa dipakai oleh suaminya menerima wahyu.

“Wahai putriku Fathimah, ajalku segera tiba dan aku yakin itu. Yang kutakutkan adalah siksa kubur. Tolong mintakan ayahmu sorban yang ia gunakan untuk menjadi kain kafanku, aku malu dan takut memintanya sendiri.”

Kata-kata ini merupakan pelajaran kesederhanaan, dari sosok saudagar tangguh yang rela menghabiskan seluruh jiwa dan kekayaan hartanya murni untuk kepentingan dakwah. Juga pelajaran tentang keikhlasan, meski segenap cinta dan pengorbanan telah ia buktikan, tidak ada sedikitpun pamrih yang tampak dari kesucian kalbunya.

“Khadijah istriku, Allah mengirimkan salam padamu, telah dipersiapkan surga untukmu di sisi-Nya.” Perkataan Nabi ini perlahan mengiringi kepergiannya.
Saya yakin, ia tidak pernah meninggalkan umat. Jejak kebaikannya mencontohkan standar nilai yang teramat tinggi. Cintanya, mematri pada sanubari sang Nabi.

Alhasil, jika ada janji cinta sampai mati, sayyidah Khodijah membuatnya tak pernah mati. Apapun yang tersisa, diperjuangkan tetap berarti. Meski itu harus dilakukan dari dalam liang lahat. Biar raga dipeluk bumi, rasa cinta tetap abadi.

Aku tidak pernah merasa cemburu terhadap istri-istri Rasulullah yang lain kecuali Khadijah, meskipun aku datang setelah kematiannya.”

 Begitu pengakuan Aisyah atas kedahsyatan cinta Khadijah, juga cinta Nabi kepada ibu Sayyidah Fathimah ini.

Tiga Amalan yang Tidak Ditimbang di Hari Akhirat karena Hebatnya


ุซู„ุงุซุฉ ุฃุนู…ุงู„ ู„ูŠุณ ู„ู‡ุง ู…ูˆุงุฒูŠู† ูŠูˆู… ุงู„ู‚ูŠุงู…ุฉ ู„ุนุธู…ุชู‡ุง

Tiga amal yang tidak akan ada timbangannya pada hari kiamat, karena keagungannya...

1- ุงู„ุนููˆ ุนู† ุงู„ู†ุงุณ*: ู„ู… ูŠุญุฏุฏ ุงู„ุฃุฌุฑ
ู‚ุงู„ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰: { ูَู…َู†ْ ุนَูَุง ูˆَุฃَุตْู„َุญَ ูَุฃَุฌْุฑُู‡ُ ุนَู„َู‰ ุงู„ู„َّู‡ِ}.

1- Memaafkan Kesalahan Orang (amal istimewa yang) tidak terbatas pahalanya.

Allah berfirman:

(ูˆَุฌَุฒَุงุกُ ุณَูŠِّุฆَุฉٍ ุณَูŠِّุฆَุฉٌ ู…ِุซْู„ُู‡َุง ۖ ูَู…َู†ْ ุนَูَุง ูˆَุฃَุตْู„َุญَ ูَุฃَุฌْุฑُู‡ُ ุนَู„َู‰ ุงู„ู„َّู‡ِ ۚ ุฅِู†َّู‡ُ ู„َุง ูŠُุญِุจُّ ุงู„ุธَّุงู„ِู…ِูŠู†َ)

[Surat Ash-Shura 40]
_Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim._

2- ุงู„ุตุจุฑ*: ู„ู… ูŠุญุฏุฏ ุงู„ุฃุฌุฑ
ู‚ุงู„ ุชุนุงู„ู‰: (ุฅِู†َّู…َุง ูŠُูˆَูَّู‰ ุงู„ุตَّุงุจِุฑُูˆู†َ ุฃَุฌْุฑَู‡ُู…ْ ุจِุบَูŠْุฑِ ุญِุณَุงุจٍ}

2- Sabar:  (amal istimewa) yang juga tidak terbatas pahalanya.

Allah berfirman:

(ู‚ُู„ْ ูŠَุง ุนِุจَุงุฏِ ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุขู…َู†ُูˆุง ุงุชَّู‚ُูˆุง ุฑَุจَّูƒُู…ْ ۚ ู„ِู„َّุฐِูŠู†َ ุฃَุญْุณَู†ُูˆุง ูِูŠ ู‡َٰุฐِู‡ِ ุงู„ุฏُّู†ْูŠَุง ุญَุณَู†َุฉٌ ۗ ูˆَุฃَุฑْุถُ ุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَุงุณِุนَุฉٌ ۗ ุฅِู†َّู…َุง ูŠُูˆَูَّู‰ ุงู„ุตَّุงุจِุฑُูˆู†َ ุฃَุฌْุฑَู‡ُู…ْ ุจِุบَูŠْุฑِ ุญِุณَุงุจٍ)

[Surat Az-Zumar 10]
_Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang beriman. bertakwalah kepada Tuhanmu". Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas._

3- ุงู„ุตูŠุงู…*: ู„ู… ูŠุญุฏุฏ ุงู„ุฃุฌุฑ (ูƒู„ ุนู…ู„ ุงุจู† ุขุฏู… ู„ู‡ ุฅู„ุง ุงู„ุตูˆู… ูุฅู†ู‡ ู„ูŠ ูˆุฃู†ุง ุฃุฌุฒูŠ ุจู‡).

3- Puasa (juga amal istimewa) yang tidak terbatas pahalanya.

Allah berfirman dalam hadits qudsi-Nya:

ูƒู„ ุนู…ู„ ุงุจู† ุขุฏู… ู„ู‡ ุฅู„ุง ุงู„ุตูˆู… ูุฅู†ู‡ ู„ูŠ ูˆุฃู†ุง ุฃุฌุฒูŠ ุจู‡.

Yang artinya: _semua amal anak Adam adalah diperuntukkan kepadanya, kecuali puasa. Sesungguhnya puasa itu untukKu dan Aku sendiri yang akan membalasnya._ (Bukhori dan Muslim)

ูˆูŠู†ุงุฏูŠ ู…ُู†ุงุฏٍ ูŠูˆู… ุงู„ุจุนุซ: ุฃูŠู† ุงู„ุฐูŠู† ุฃุฌุฑู‡ู… ุนู„ู‰ ุงู„ู„ู‡؟ ูู€ูŠู‚ุจู„ ุงู„ุตุงุจุฑูˆู† ูˆุงู„ุตุงุฆู…ูˆู† ูˆุงู„ุนุงููˆู† ุนู† ุงู„ู†ุงุณ.

_Pada hari kebangkitan ada Penyeru yang memanggil : Mana orang-orang yang pahalanya atas (tanggungan) Allah..?!_

_Maka menghadaplah orang-orang yang sabar, orang-orang yang berpuasa dan orang-orang yang lapang hati suka memberi maaf kepada orang lain._

ุฌุนู„ู†ุง ุงู„ู„ู‡ ูˆุงูŠุงูƒู… ู…ู…ู† ูŠู†ุงุฏู‰ ุนู„ูŠู‡ู… ุจู€ู‡ุฐุง ุงู„ู†ุฏุงุก.
  ุงู„ู„ู‡ู… ุขู…ูŠู† ..

Mudah-mudahan Allah menjadikan kita semua termasuk golongan orang-orang yang dipanggil dengan panggilan itu..?!

Aamiin Yaa Robbal Aalamiin...

Juragan Tanah



Suasana siang yang sangat terik tetap saja gelap gulita bagi Bang Midun. Tidak lain karena ia baru saja mengalami kegagalan dalam bisnisnya.
Uang modal habis, pelanggan pergi, berganti kewajiban utang yang harus diselesaikan.

Pikirannya benar-benar kusut. Bang Midun tidak sanggup lagi menyusun langkah berikutnya, dari mana ia harus bangkit kembali. Akalnya sudah buntu. Setiap hari ia hanya duduk melamun.

Siang itu saat sedang termenung seperti biasanya, Babeh Haji kebetulan lewat jalan tersebut. Beliau adalah juragan kaya yang tanahnya di mana-mana. Mobilnya banyak, rumahnya bagai istana.

"Ente Midun kan? Kenapa muka dilipet gitu? Ane denger ente abis bangkrut?"

"Iye Beh, ane udah gak tau harus gimana lagi,"

"Ane paling gak demen lihat orang putus asa. Sini ane bantu mau kaga? Ini ane kasih jam Rolex buat ente. Semangat lagi dah! Terusin lagi bisnis ente!"

"Alhamdulillah, Ya Allah beneran nih Beh, ini bukan mimpi nih?"

"Ya beneran, masa ane bohong. Cuma bagusnya ente jangan jual dulu, sebab sekarang-sekarang ini harga jam lagi jatuh. Buat pegangan aja dulu!"

Tidak terbayangkan betapa meletup lagi semangat Bang Midun mendapat jam seharga puluhan juta seperti itu dari Babeh Haji. Bagi juragan tanah sekelas dia puluhan juta sih tidak ada artinya, tetapi berbeda bagi Bang Midun. Bantuan ini sangat berharga.

Setelah kepercayaan dirinya muncul kembali, Bang Midun melanjutkan bisnisnya dari awal lagi dengan modal seadanya.

Ia juga sependapat agar jam Rolex itu tidak perlu dijual secepatnya, yang penting kalau nanti di tengah perjalanan situasi mendesak dan usahanya mengalami kerugian, maka ia sudah punya simpanan untuk menutupinya.

Singkat cerita, karena gairah yang tinggi, pikiran yang positif, dan tidak takut dengan resiko, bisnis Bang Midun semakin menanjak. Dalam waktu satu tahun ia sudah melunasi utang-utangnya dan omsetnya semakin besar.

Yang lebih menakjubkan lagi, jam Rolex itu sama sekali belum disentuhnya! Bang Midun tak sabar menemui Babeh Haji juragan tanah yang sudah menjadi pahlawan penyelamat baginya.

"Ane gak tahu harus balas budi kaya gimana sama Babeh yang udah rela ngasih jam tangan semahal ini sama ane."

"Hehehe. Maaf nih ye Midun. Asal ente tahu aja nih, itu jam Rolex palsu. Paling cuma seratus rebu harganya."

Jleb! Bang Midun kaget setengah mati. Selama ini ia memang belum pernah bertanya langsung pada ahli jam. Bagaimanapun Rolex itu yang membuatnya tenang selama ini.

Sadarlah ia, rupanya bukan karena benda puluhan juta nasibnya berubah seperti sekarang, tetapi karena semangatnya yang kembali positif dan kepercayaan dirinya yang tidak takut menghadapi kegagalan.

Saudaraku, setiap kita sedang berada di posisi jatuh dan terhimpit seperti Bang Midun, sadarilah bahwa kita tidak butuh Rolex. Yang kita butuhkan adalah ketenangan hati, keyakinan positif, dan percaya diri untuk kembali mencoba.

Sesungguhnya Allah sudah menganugerahi sifat-sifat ini kepada seluruh manusia dengan seadil-adilnya. Tinggal kita saja yang harus menyadarinya.


Selasa, 07 Juli 2020

Sunnah Sedirham Surga

 Bismillah


Betapa sering kita bersemangat akan hal-hal besar dalam cita untuk memperjuangkan agama, lalu lalai bahwa Rasulullah ๏ทบ adalah teladan dalam tiap detak dan semua laku, pun juga yang sekecil-kecilnya.

Pada zaman di mana banyak ‘amal besar dikecilkan oleh niat yang tak menyurga; betapa penting bagi kita mentarbiyah niat dalam ‘amal-‘amal kecil yang luput dilirik manusia, tapi berpeluang menjadi tinggi nilai bersebab niatnya.

“Adalah Imam Abu Dawud, penulis Kitab Sunan”, demikian Al-Hafizh Ibnu Hajar menukil riwayat dari Ibnu ‘Abdil Barr, “Berada di atas perahu penyeberangan di Sungai Dajlah. Tiba-tiba, beliau mendengar orang bersin di tepian dan membaca “Alhamdulillah.. Segala puji bagi Allah.”

Maka Imam Abu Dawud menyerahkan uang 1 dirham pada si tukang perahu agar mau mendekatkan sampannya sejenak ke tepian, sehingga beliau bisa menghampiri orang yang bersin dan mendoakannya, “YarhamukaLlaah.. Semoga Allah merahmatimu”.

Maka orang itupun membalas sambil tersenyum, “YahdikumuLlaahu wa yushlihu baalakum.. Semoga Allah menunjuki dan membaikkan kesudahan segala urusanmu.”

Perjalanan pun dilanjutkan. Dengan heran, bertanyalah orang kepada beliau mengapa sesusah-payah itu rela membayar demi mendoakan orang bersin dan mendapat doa darinya. Maka beliaupun menjawab,

ู„ุนู„ู‡ ูŠูƒูˆู† ู…ุฌุงุจ ุงู„ุฏุนูˆุฉ

“Mudah-mudahan menjadi doa yang mustajab.”

Ketika mereka, para penumpang perahu seperjalanan Imam Abu Dawud tertidur, tetiba semuanya mendengar dalam mimpinya ada yang berkata, “Wahai para penumpang perahu, sesungguhnya Abu Dawud telah membeli surga dari Allah dengan satu dirham.” Mereka pun saling menceritakannya satu sama lain.

Kisah ini dicantumkan Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-‘Asqallany dalam Fathul Bari, 10: 610. Beliau menyatakan, “Sanadnya baik.”

Imam Abu Dawud, Allah merahmatinya; hadits telah dilunakkan baginya sebagaimana besi dilunakkan bagi Nabi Dawud.

 Lunak bukan hanya karena riwayatnya yang jadi ‘ilmu manfaat, tak putus pahala hingga hari kiamat. Lunak, sebab hatinya yang lembut, amat peka untuk beramal dengan sunnah kekasih yang dirindukannya, meski terlihat remeh dalam pandangan manusia.

Sunnah adalah sunnah; semua bernilai cinta pada sang teladan ๏ทบ, dan Yang Mengutusnya 'Azza wa Jalla.

Ustadz Salim A Fillah
┈••✾•◆❀◆•✾••┈•┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈

Mata Rasulullah pun Berlinang



Pada saat malam Takbiran, Sayyidina Ali bin Abi Thalib as terlihat sibuk membagi-bagikan gandum dan kurma Beliau bersama istrinya, Sayyidah Fathimah az-Zahra.
Sayyidina Ali menyiapkan tiga karung gandum dan dua karung kurma.
Terihat, Sayyidina Ali memanggul gandum. Sementara istrinya, Sayyidah Fatimah menuntun Sayyidina Hasan dan Sayyidina Husein. Mereka sekeluarga mendatangi kaum fakir miskin untuk disantuni.

Esok harinya, tiba Shalat ‘Idul Fitri. Mereka sekeluarga khusyuk mengikuti Shalat jama’ah dan mendengarkan khutbah. Selepas khutbah Ied selesai, keluarga Rasulullah Saw itu pulang ke rumah dengan wajah berseri-seri.

Sahabat beliau, Ibnu Rafi’i bermaksud untuk mengucapkan selamat ‘Idul Fitri kepada keluarga putri Rasulullah Saw. Sampai di depan pintu rumah, alangkah tercengang Ibnu Rafi’i melihat apa yang dimakan oleh keluarga Rasulullah SAW itu.
Sayyidina Ali, Sayyidah Fatimah, Sayyidina Hasan dan Sayyidina Husein yang masih balita, dalam ‘Idul Fitri makanannya adalah gandum tanpa mentega, gandum basi  yang baunya tercium oleh sahabat Nabi itu.

Seketika itu Ibnu Rafi’i berucap Istighfar, sambil mengusap-usap dadanya seolah ada yang nyeri di sana.
Mata Ibnu Rafi’i berlinang butiran bening, perlahan butiran itu menetes di pipinya.
Kecamuk dalam dada Ibnu Rafi’i sangat kuat, setengah lari ia pun bergegas menghadap Rasulullah Saw.

Sesampainya tiba di depan Rasulullah,  *“Ya Rasulullah, ya Rasulullah, ya Rasulullah, putri baginda dan cucu baginda,”* ujar Ibnu Rafi’i. “Ada apa wahai sahabatku?” tanya Rasulullah.

“Tengoklah ke rumah putri mu wahai baginda, ya Rasulullah. Tengoklah cucu baginda Hasan dan Husein.”

“Kenapa keluargaku?”

“Tengoklah sendiri oleh baginda, saya tidak kuasa mengatakan semuanya.”
Rasulullah Saw pun bergegas menuju rumah Sayyidah Fatimah. Tiba di teras rumah, tawa bahagia mengisi percakapan antara Sayyidina Ali, Sayyidah Fatimah dan kedua putranya Hasan dan Hussein

Mata Rasulullah pun berlinang. Beliau menangis melihat keluarga putri tercinta dan dua cucunya yang hanya makan gandum basi dihari Raya Idul Fitri...๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ

Di saat semua orang berbahagia, di saat semua orang makan yang enak-enak. Keluarga Rasulullah Saw penuh tawa bahagia dengan hanya makan gandum yang baunya tercium tak sedap.
Ya Allah, Allahumma Isyhad...Ya Allah, Allahumma Isyhad... (Ya Allah saksikanlah, saksikanlah) Di hari ‘Idul Fitri keluargaku makanannya adalah gandum yang basi. Mereka membela kaum papa, ya Allah. Mereka mencintai kaum fuqara dan masakin.
Mereka relakan lidah dan perutnya mengecap makanan basi, asalkan kaum fakir-miskin bisa memakan makanan yang lezat. Allahumma Isyhad, saksikanlah ya Allah, saksikanlah,” bibir Rasulullah berbisik lembut..๐Ÿ˜ญ

Sayyidah Fathimah tersadar kalau di luar pintu rumah, sang ayah sedang berdiri tegak “Duhai ayahnda, ada apa gerangan ayah menangis?”

Rasulullah tak tahan mendengar pertanyaan itu Setengah berlari ia memeluk putri kesayangannya sambil berujar
“Surga untukmu, Nak Surga untukmu.”
Demikianlah, menurut Ibnu Rafi’i, keluarga Rasulullah Saw pada hari ‘Idul Fitri menyantap makanan yang basi dan bau

Ibnu Rafi’i berkata, “Aku diperintahkan oleh Rasulullah Saw agar tdk menceritakan tradisi keluarganya setiap ‘Idul Fitri dan aku pun simpan kisah itu dalam hatiku.
Namun, selepas Rasulullah Saw wafat, aku takut dituduh menyembunyikan Hadits, maka aku ceritakan hal ini agar menjadi pelajaran bagi segenap kaum Muslimin.”

(Musnad Imam Ahmad, jilid 2, hlm. 232)

ุงู„ู„ّู‡ู…ّ ุตู„ّ ุนู„ู‰ ุณูŠّุฏู†ุง ู…ุญู…ّุฏ ูˆ ุนู„ู‰ ุขู„ ุณูŠّุฏู†ุง ู…ุญู…ّุฏ

Apa Manfaat Keberadaan Kita di Zona Ini?




ALLAH TA'ALA  mempertemukan KITA UNTUK SATU ALASAN...

Entah UNTUK MEMBERI atau UNTUK MENERIMA...

Entah UNTUK BELAJAR atau UNTUK MENYAMPAIKAN...

Entah UNTUK BERCERITA atau UNTUK MENDENGARKAN...

Entah UNTUK SESA'AT atau UNTUK SELAMANYA...

ENTAH AKAN MENJADI BAGIAN TERPENTING atau HANYA UNTUK SEKEDARNYA...

Semua TIDAK AKAN ADA YANG SIA-SIA, karena ALLAH YANG MEMPERTEMUKAN.

HIDUP KITA SALING MENGISI.
JIKALAU ADA PERBEDAAN, itu ADALAH HAL YG BIASA...

Tak perlu DIPERBESAR dan JANGAN JADI PERPECAHAN sehingga MEMUTUSKAN TALI SILATURAHIM yg SUDAH TERJALIN.

Bisa jadi KEHADIRAN KITA adalah jawaban ATAS DO'A-DO'A SAUDARA KITA sebagaimana MEREKA PUN adalah JAWABAN atas DO'A-DO'A kita.

Jika sudah menjadi takdir ALLAH, meski dengan jarak beribu-ribu kilometer jauhnya, kita tetap akan dipertemukan, dalam SATU IKATAN "UKHUWAH"

Semoga jiwa kita semakin KUAT & SOLID seiring dgn DO'A-DO'A KITA BERSAMA.

RASULULLAH SHALALLAHU 'ALAIHI WA SALLAM bersabda:

"Sesungguhnya di antara HAMBA-HAMBA ALLAH terdapat ORANG-ORANG yang BUKAN NABI, dan BUKAN PULA SYUHADA,
Tetapi PARA NABI dan SYUHADA CEMBURU dan iri hati PADA MEREKA DI HARI KIAMAT NANTI, disebabkan KEDUDUKAN YANG diberikan ALLAH KEPADA MEREKA"

Seorang Sahabat bertanya :

"Ya RASULULLAH, beritahukanlah kepada kami, SIAPA MEREKA YG di MAKSUD ITU?
Agar kami bisa turut menCINTAi mereka" ... ujar para sahabat.

Lalu RASULULLAH SHALALLAHU 'ALAIHI WA SALLAM  menjawab:

“MEREKA adalah ORANG-ORANG YANG SALING menCINTAI, MENGASIHI dan MENYAYANGI karena ALLAH, walaupun di antara mereka TANPA ADANYA HUBUNGAN DARAH, KELUARGA dan NASAB.
Demi ALLAH, wajah-wajah mereka pada hari itu BERSINAR bagaikan CAHAYA di atas mimbar-mimbar dari CAHAYA."

"Mereka TIDAK TAKUT di saat MANUSIA TAKUT, dan mereka TIDAK SEDIH di saat MANUSIA SEDIH"
(HR. Abu Dawud)


SEMOGA TALI SILATURAHIM, PERSAHABATAN dan PERSAUDARAAN kita, TERMASUK ke DALAM GOLONGAN YG di RIDHOI serta DIBERKAHI oleh ALLAH TA'ALA...

Terlepas dari apapun status sosial kita, betapa pun tinggi kedudukan kita dalam karier dan kehidupan,  kita tetaplah manusia biasa yg tak luput dari khilaf, salah dan dosa di hadapan Alloh dan juga manusia-manusia lain.. yg kelak akan dimandikan, di kafan-kan, di sholatkan dan dikuburkan oleh orang lain.

"JAGALAH selalu TALI SILATURRAHMI dan HUBUNGAN BAIK pada SESAMA"

Semoga setiap gerak dan langkah kita ini membawa manfaat, baik di dunia lebih lebih di akhirat kelak.
Aamiin..

Sumber:
GUDANG ILMU
Habib Jafar